Musik Tradisi Kalsel Bersiap Naik Kelas, MTN Lab Target Lahirkan Estetika Baru
- 16 Jul 2026 09:30 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Upaya melahirkan wajah baru musik tradisional Kalimantan Selatan terus digencarkan, melalui program MTN Lab x Lab-Batang Banyu Gawi Sabumi 2026. Puluhan talenta muda musik tradisi dipersiapkan untuk menciptakan karya-karya baru yang tidak hanya berakar pada budaya lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.
Rangkaian MTN Presentasi digelar di Halaman Panggung Bakhtiar Sanderta, Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu malam, 15 Juli 2026. Program ini merupakan kolaborasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Kebudayaan, serta Komune.
Tim Ahli MTN Seni Budaya Bidang Musik, Aristofani Fahmi, mengatakan Kalimantan Selatan memiliki modal kuat berupa kekayaan musik tradisi. Namun menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar melestarikan tradisi, melainkan menghadirkan pembaruan yang mampu menciptakan identitas baru.
"Dari sini, Kalimantan Selatan harus bisa menawarkan estetika baru yang perlu dikejar. Melalui eksperimentasi dan kolaborasi ini, sangat penting menemukan kekhasan baru dari musik Kalimantan Selatan," ujar Aristofani.
Pria yang akrab disapa Ito itu menilai musik memiliki kekuatan luar biasa karena mampu menyentuh emosi manusia apabila dikemas dengan pendekatan yang tepat. Karena itu, ruang kolaborasi seperti MTN Lab dinilai menjadi langkah strategis untuk melahirkan inovasi di bidang musik tradisi.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun ekosistem seni budaya yang berkelanjutan. "Pemerintah daerah memiliki peran sebagai fasilitator melalui regulasi dan dukungan kebijakan. Sementara komunitas seni harus menjadi motor penggerak utama karena mereka yang paling memahami dinamika di lapangan," katanya.
Aristofani optimistis Kalimantan Selatan akan memiliki karakter estetika musik baru yang siap dipromosikan hingga ke pasar ekonomi kreatif internasional. Dengan catatan, jika program pembinaan seperti ini dijalankan secara konsisten selama tiga hingga empat tahun ke depan.
Sementara itu, Kepala Program Lab Batang Banyu, Novyandi Saputra, menjelaskan MTN Presentasi menjadi tahap lanjutan. Di mana sebelumnya proses pembinaan telah dimulai sejak program MTN Asah Bakat tahun lalu.
Pada malam presentasi tersebut, sebanyak 25 talenta terbaik yang tergabung dalam lima kelompok tampil membawakan karya hasil proses inkubasi. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, di antaranya Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Banjar.
"Talenta-talenta ini merupakan hasil tindak lanjut dari program MTN Asah Bakat yang diikuti sekitar 200 peserta tahun lalu di Balai Kota Banjarmasin. Kami juga baru saja menjaring hampir 200 bibit baru yang insya Allah tahun depan akan menjalani proses inkubasi yang sama," kata Novyandi.
Menurutnya, sistem pembinaan yang berjenjang menjadi jaminan keberlanjutan regenerasi pelaku musik tradisional di Kalimantan Selatan. Novyandi pun menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan RI dan UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan talenta seni daerah.
Sebagai tindak lanjut, penyelenggara juga tengah menyiapkan Antasan Banjar II yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Melalui program berkelanjutan tersebut, diharapkan lahir lebih banyak musisi tradisi muda dengan karya-karya inovatif yang mampu memperkuat identitas budaya Banua sekaligus mengangkat musik tradisional Kalimantan Selatan ke panggung nasional hingga internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....