Wali Kota Banjarmasin Buka Puncak Festival Teluk Kelayan Musik Sampah 2026
- 10 Mei 2026 16:14 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listiani dan keluarga menghadiri puncak Festival Teluk Kelayan Musik Sampah. Ecomusicology Soundscapes Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Banjarmasin 2026 ini digelar di Taman Kelayan, Sabtu malam, 9 Mei 2026.
Festival ini menampilkan 4 karya utama,yang merupakan Residu,Garak , karya Surya Tajudin, Taladumba, dan Journey, karya Budi Jakia Sani. Dengan 300 peserta dari berbagai komunitas yang turut meramaikan acara yang mengangkat isu lingkungan melalui seni musik.
Adapun peralatan yang di gunakan dari limbah sampah seperti galon bekas dan kaleng bekas. Kemudian Alat-alat tersebut dipukul dan dipetik hingga menghasilkan perpaduan suara musik yang unik.
Sebagai tanda dibukanya puncak kesenian, Wali Kota Yamin bersama Ketua TP PKK, Neli Listiani turut menabuh galon dan kaleng bekas. Aksi tersebut disambut antusias oleh warga yang memadati Taman Kelayan.
Dalam sambutannya, Yamin HR menyampaikan apresiasi atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin. Ia menilai kegiatan ini relevan dengan kondisi Banjarmasin yang menghadapi persoalan sampah.
“Dengan peralatan musik dari barang bekas atau daur ulang sampah, kita berharap kegiatan ini terus berjalan lancar. Ke depan, Kelurahan Kelayan bisa menjadi contoh atau pilot project untuk pembinaan pengurangan sampah plastik dan pengolahan dari sumbernya,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Akram, Penerima Manfaat Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program Layanan Media Penciptaan Karya Kreatif Inovatif untuk Dana Perseorangan. “Dana ini saya representasikan untuk mengaktivasi warga. Judul Musik Sampah saya angkat karena sejak 2024, saat TPA Basirih ditutup, sampah jadi isu paling menarik di Kalsel dan proposal saya langsung diterima kementerian,” kata Akram.
Ia juga mensosialisasikan bahwa program Dana Indonesiana 2025 akan kembali dibuka. “Untuk perseorangan maksimal Rp200-300 juta, lembaga dan komunitas bisa Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Ibu BPK siap menerima 100 proposal tahun ini,” ujarnya.
Akram juga menyebut sebelum puncak acara, telah digelar workshop 5 hari karena antusiasme warga tinggi, padahal awalnya hanya direncanakan 1 hari. Ia berterima kasih kepada Kelurahan Kelayan, Kecamatan, para RT, dan seluruh pihak yang mendukung.
“Kelurahan Kelayan akan kami aktivasi keberlanjutannya. Kami ingin menjadikan tempat ini sebagai laboratorium kami, desa budaya percontohan melalui pendekatan kebudayaan dan jadi kado kecil kami bersama masyarakat untuk 500 tahun Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....