Gunung Semeru Mengalami Beberapa Kali Letusan

  • 15 Jul 2026 16:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali erupsi pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 11.20 WIB. Meski tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut, erupsi disertai awan panas guguran dan terekam jelas di seismogram.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun RRI data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Semeru di Gunung Sawur Lumajang, berdasarkan laporan visual dan instrumental, letusan terekam sebanyak 7 kali dengan tinggi asap 200 sampai 700 meter. Warna asap putih tebal hingga kelabu condong ke arah timur dan timur laut.

Kondisi visual gunung jelas hingga berkabut 0-II. Asap kawah tidak teramati, PVMBG mencatat sejumlah aktivitas vulkanik dalam periode pengamatan mengalami peningkatan, letusan 13 kali Amplitudo 15-22 mm, durasi 69-147 detik, Awan Panas Guguran 1 kali. Amplitudo 22 mm, durasi 187 detik. Jarak luncur belum diketahui Guguran 1 kali. Amplitudo 6 mm, durasi 66 detik, Hembusan terjadi 2 kali. Amplitudo 6 mm, durasi 34-66 detik, Tremor Harmonik 2 kali. Amplitudo 2 mm, durasi 129-156 detik

Secara keseluruhan erupsi pukul 11.20 WIB terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 3 menit 7 detik.

Cuaca di sekitar puncak Semeru pada saat kejadian terpantau cerah hingga berawan. Suhu udara berkisar 17-26°C. Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut.

Status Siaga, zona bahaya diperluas, dengan aktivitas tersebut, Gunung Semeru setinggi 3.676 mdpl saat ini masih berada pada Status Level III atau Siaga.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak beraktivitas di sejumlah titik rawan.

"Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi," ujar Isnugroho, Rabu 15 Juli 2026.

Di luar jarak itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan itu rawan perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak karena rawan lontaran batu pijar.

BPBD juga meminta warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Sungai yang menjadi perhatian utama adalah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan dampak langsung terhadap permukiman warga. Petugas gabungan masih terus melakukan pemantauan di pos pengamatan dan jalur rawan bencana.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....