Pemprov NTB Dampingi Pemulihan Dua Santri Korban Dugaan Pembakaran di Ponpes

  • 15 Jul 2026 14:56 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi NTB memastikan pendampingan medis dan psikologis berkelanjutan untuk korban pembakaran di Pondok Pesantren Raudlatussaulatiyah Al Ibrahimy hingga korban pulih sepenuhnya.
  • Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri menjanjikan rujukan ke Rumah Sakit Provinsi jika korban masih memerlukan perawatan lanjutan setelah penanganan awal.
  • Peristiwa pembakaran terjadi pada 13 Desember 2025 dengan dampak serius: ADR dan SAH mengalami luka bakar parah, MYS luka ringan, dan MSS meninggal dunia pada 19 Februari 2026.

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan akan terus mendampingi dua santri korban dugaan pembakaran di Pondok Pesantren Raudlatussaulatiyah Al Ibrahimy, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Pendampingan dilakukan hingga korban pulih, baik secara fisik maupun psikologis.

Kepastian itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, saat menemui kedua korban di Ruang Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Mataram, Rabu, 15 Juli 2026. Ia didampingi Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Indah mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Jika masih memerlukan perawatan, korban akan dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi.

"Kami ingin semua korban mendapat pendampingan yang baik. Kalau masih perlu perawatan, akan kami lanjutkan di Rumah Sakit Provinsi. Pemerintah akan terus mendampingi sampai mereka pulih," kata Indah.

Selain perawatan medis, pemerintah juga menyiapkan pendampingan psikologis agar para korban bisa kembali beraktivitas dan melanjutkan sekolah.

Peristiwa dugaan pembakaran itu terjadi pada 13 Desember 2025. Akibat kejadian tersebut, ADR (14) dan SAH (12) mengalami luka bakar serius. MYS (14) mengalami luka ringan, sedangkan MSS (13) meninggal dunia pada 19 Februari 2026 setelah menjalani perawatan.

Pemprov NTB menyatakan akan terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan tenaga medis serta pihak terkait hingga proses pemulihan selesai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....