Ratusan Warga Padati Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga 2026
- 15 Jul 2026 09:22 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga: Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti Lapangan Malangsemirang, Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, pada Sabtu (11/7/2026) pukul 19.00 WIB. Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk mengikuti Layar Tanjleb, salah satu rangkaian kegiatan 20 Tahun Festival Film Purbalingga (FFP) 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Bayu Tirta Desa Toyareka bekerja sama dengan Festival Film Purbalingga ini menjadi ruang hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat melalui pemutaran film-film pilihan yang sarat akan pesan moral dan nilai kehidupan.
Acara dibuka dengan pentas kesenian dari putra-putri Desa Toyareka yang disambut antusias oleh masyarakat. Selanjutnya seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, perwakilan Pemerintah Kecamatan Kemangkon, serta sambutan sekaligus pembukaan acara secara resmi oleh Kepala Desa Toyareka, Setyokowati.
| Baca juga: FFP Bekali Pemuda Menyusun Program Film |
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Kemangkon Okta Hermawan Saputro, S.STP yang mewakili Camat Kemangkon, Kepala Desa Toyareka Setyokowati beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Toyareka, Karang Taruna Kabupaten Purbalingga, tokoh masyarakat, tamu undangan, rekan-rekan CLC Festival Film Purbalingga, serta masyarakat Desa Toyareka.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Fajri Abdul Majid menyampaikan bahwa penyelenggaraan Layar Tanjleb merupakan wujud komitmen Karang Taruna Bayu Tirta dalam menghadirkan ruang hiburan, edukasi, sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat melalui karya perfilman Indonesia.
"Layar Tanjleb bukan sekadar pemutaran film, tetapi menjadi ruang berkumpul masyarakat, memperkuat partisipasi pemuda, serta menumbuhkan apresiasi terhadap karya perfilman Indonesia," ungkap Fajri Abdul Majid.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, panitia menyediakan 1.107 cup kopi dan 2.026 mendoan yang dibagikan secara gratis kepada para pengunjung. Angka 1.107 melambangkan tanggal pelaksanaan kegiatan, yaitu 11 Juli, sedangkan 2.026 melambangkan tahun penyelenggaraan, yaitu 2026.
| Baca juga: FFP Latih Pemutar Film Banyumas Raya |
Selain itu, panitia juga menggandeng masyarakat dalam mendukung perekonomian lokal. Menurut Ketua Panitia, sekitar 15 hingga 20 pedagang mendoan turut berpartisipasi memeriahkan kegiatan tersebut. Dengan harga Rp5.000 per porsi yang berisi empat potong mendoan, pengunjung dapat menikmati kuliner khas daerah sambil menyaksikan pemutaran film bersama keluarga.
Malam itu masyarakat disuguhkan sejumlah film yang mengangkat berbagai persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu film menceritakan seorang remaja yang memiliki kebiasaan begadang dan terlalu sering menggunakan telepon genggam. Melalui cerita tersebut, penonton diajak memahami pentingnya mengatur waktu, menjaga kesehatan, serta membangun komunikasi yang baik antara anak dan orang tua.
Film lain yang mendapat perhatian penonton adalah "Judol", yang mengangkat bahaya judi online. Film tersebut menggambarkan seorang ayah yang terjerat judi online hingga rela menjual perhiasan milik istrinya. Akibat perbuatannya, kondisi ekonomi keluarga memburuk dan hubungan rumah tangga menjadi tidak harmonis. Di akhir cerita, tokoh tersebut menyadari kesalahannya, bertobat, berhenti berjudi, serta berusaha memperbaiki hubungannya dengan keluarga. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjudian online tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga dapat menghancurkan kepercayaan dan keharmonisan keluarga.
Selain menyuguhkan hiburan, Layar Tanjleb juga menghadirkan sesi pembagian doorprize yang semakin menambah semarak suasana. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga berakhirnya seluruh rangkaian pemutaran film.
Penyelenggaraan Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Acara ini didukung oleh sponsor Wismilak, LCV Juice, Komix Herbal, dan Kopi Kempus & Roastery, serta didukung oleh media partner Suara Merdeka Purbalingga dan Gema Soedirman.
Kepala Desa Toyareka, Setyokowati, mengapresiasi sinergi antara pemerintah desa, Karang Taruna, Festival Film Purbalingga, sponsor, media partner, serta masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu menjadi sarana mempererat persatuan warga sekaligus memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk berkarya dan berkolaborasi.
Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga 2026 meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Desa Toyareka. Tidak hanya menghadirkan hiburan berkualitas, kegiatan ini juga menjadi media edukasi yang mengajak masyarakat merefleksikan berbagai persoalan sosial melalui film. Nilai-nilai tentang pentingnya keharmonisan keluarga, bijak memanfaatkan teknologi, menjauhi judi online, serta menjaga semangat gotong royong menjadi pesan yang kuat sepanjang kegiatan berlangsung.
Melalui antusiasme masyarakat yang tinggi, Layar Tanjleb kembali membuktikan bahwa film bukan sekadar tontonan, melainkan juga sarana membangun kesadaran, mempererat kebersamaan, dan menginspirasi perubahan positif. Panitia berharap kegiatan ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat serta semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam memajukan seni, budaya, dan kreativitas di Kabupaten Purbalingga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....