FFP Bekali Pemuda Menyusun Program Film

  • 15 Jun 2026 08:21 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga - Peserta Pelatihan Pemutaran Film Festival Film Purbalingga (FFP) 2026 mendapat pembekalan khusus mengenai programing film. Materi tersebut menekankan pentingnya memilih dan menyusun film sesuai tujuan kegiatan.

Materi disampaikan Content Manager Viddsee, Arie Kartikasari, dalam pelatihan yang digelar di Bioskop Misbar Purbalingga, Sabtu-Minggu (13-14/6/2026). Kegiatan merupakan kolaborasi FFP dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya melalui program MTN Asah Bakat.

Arie menjelaskan programing film menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemutaran. Pemilihan film yang tepat dapat membantu penyelenggara menyampaikan pesan kepada penonton.

"Pada saat membuat kegiatan harus ada tujuannya. Kegiatan pemutaran juga seperti itu dan itu bisa terefleksi dengan baik di pilihan-pilihan film yang diambil oleh programernya," kata Arie.

Menurutnya, peserta juga dibekali pemahaman mengenai akses film, perizinan pemutaran, hingga pelaporan kegiatan. Ia menilai aspek tersebut sering dianggap sederhana, padahal sangat penting dalam penyelenggaraan pemutaran film.

"Surat perizinan itu penting. Termasuk juga bagaimana memilih film dan menyusun film untuk penontonnya," ujarnya.

Dalam sesi pelatihan, peserta mengikuti simulasi penyusunan program film menggunakan kartu berisi informasi berbagai judul film. Peserta diminta menyusun urutan film sesuai tema dan tujuan kegiatan yang mereka rancang.

Arie mengatakan metode tersebut digunakan untuk melatih logika peserta dalam mengkurasi film. Menurutnya, sebagian peserta baru memang belum memiliki pengalaman memutar film, tetapi sudah mampu memahami dasar penyusunan program.

"Secara logika sudah bisa dipahami. Itu kenapa tadi saya bikin latihannya," katanya.

Salah satu peserta, Farokh Atiyanazzahro dari Desa Serang, Kecamatan Karangreja, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari materi programing film. Sebelumnya ia hanya memahami proses pembuatan film secara umum.

"Hal barunya tentang program film, tadi diminta menyusun program film secara tiba-tiba. Itu yang membuat hal baru di hidup aku," ujarnya.

Farokh mengaku baru mengetahui pentingnya aspek perizinan dan penyusunan program dalam kegiatan pemutaran film. Ia merasa pelatihan tersebut membantu peserta memahami proses penyelenggaraan pemutaran secara lebih utuh.

"Sebelumnya lumayan sudah tahu, tapi belum terlalu paham banget. Semenjak ikut pelatihan ini jadi semakin paham," katanya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu menyelenggarakan pemutaran film yang terencana dan sesuai kebutuhan masyarakat. Pengetahuan itu akan diterapkan dalam pelaksanaan program Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga 2026 di berbagai desa Banyumas Raya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....