Optimalkan Pembinaan Kemandirian, Rutan Banyumas Tebar Benih Ikan Produktif

  • 05 Jun 2026 18:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas kembali menebar ratusan benih ikan air tawar di area kolam budidaya, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian berkelanjutan sekaligus upaya mengoptimalkan sarana asimilasi dan edukasi di bidang perikanan bagi warga binaan.

Sebanyak 735 ekor benih ikan gurame dan 100 ekor benih ikan lele ditebar untuk memaksimalkan kapasitas kolam produktif yang dikelola Rutan Banyumas. Program ini juga mendukung ketahanan pangan serta memberikan keterampilan budidaya perikanan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Selain memanfaatkan kolam konvensional, Rutan Banyumas menerapkan inovasi dengan menggunakan galon air mineral bekas sebagai media pembesaran ikan alternatif. Inovasi tersebut menjadi solusi atas keterbatasan lahan sekaligus mengenalkan konsep urban farming yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, mengatakan program budidaya ikan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. “Penebaran benih ikan gurame dan lele ini adalah langkah nyata kita dalam memperkuat program ketahanan pangan, sekaligus memastikan fungsi pembinaan kemandirian berjalan dengan optimal di dalam Rutan,” ujarnya.

Anggi menambahkan, pembinaan tersebut diharapkan mampu memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal usaha bagi warga binaan setelah bebas nanti. “Melalui budidaya perikanan ini, kami berharap para warga binaan tidak hanya sekadar mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi benar-benar menyerap ilmu dan keterampilan budidaya secara mendalam. Apalagi dengan adanya inovasi media galon bekas, mereka belajar bahwa keterbatasan modal atau lahan bukan halangan untuk produktif. Ketika mereka bebas nanti dan kembali ke masyarakat, keahlian ini bisa menjadi bekal berharga untuk membuka usaha mandiri yang produktif dan bernilai ekonomis,” kata Anggi.

Perawatan ikan nantinya dilakukan oleh warga binaan yang tergabung dalam program asimilasi dengan pendampingan petugas pemasyarakatan. Hasil panen budidaya ikan tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal serta memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....