FFP Latih Pemutar Film Banyumas Raya
- 15 Jun 2026 07:08 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Festival Film Purbalingga (FFP) berkolaborasi dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya melalui program MTN Asah Bakat menggelar Pelatihan Pemutaran Film. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian menuju Festival Film Purbalingga 2026.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, Sabtu - Minggu (13-14 /6/ 2026), di Bioskop Misbar Purbalingga. Peserta berasal dari kelompok pemutar film desa dan kelurahan di wilayah eks Karesidenan Banyumas (Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara).
Peserta yang mengikuti pelatihan terdiri atas kelompok baru dan kelompok lama. Sebagian peserta baru pertama kali mendaftar, sementara lainnya pernah mengikuti pelatihan serupa pada tahun sebelumnya.
Sebelum mengikuti pelatihan, peserta yang mendaftar menjalani tahap survei lokasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program di masing-masing wilayah.
Peserta memperoleh materi penulisan artikel Layar Tanjleb, manajemen pemutaran film, penulisan surat resmi, dan teknik dokumentasi kegiatan. Mereka juga mengikuti praktik mendirikan layar, teknis pemutaran film, pemrograman film, diakhir pelatihan membahas tentang penyusunan jadwal pemutaran pada gelaran layar tanjleb mendatang.
Direktur CLC Purbalingga sekaligus Festival Film Purbalingga, Bowo Leksono, mengatakan pelatihan tersebut menjadi sarana menyiapkan kelompok pemutar film untuk program Layar Tanjleb 2026.
"Ini pelatihan untuk pemuda pemutar film atau layar tanjleb di desa dan kelurahan se-Banyumas Raya," kata Bowo.
Menurut Bowo, sebagian peserta sebelumnya belum memahami tata cara penyelenggaraan pemutaran film dengan benar. Melalui pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada perizinan film, kebutuhan peralatan, hingga pelibatan masyarakat.
"Diharapkan mereka mengenal bagaimana seluk-beluk cara mengadakan pemutaran film, terutama memakai film-film yang harus izin, tidak asal putar," ujarnya.
Bowo menambahkan, FFP menargetkan penyelenggaraan sekitar 50 titik Layar Tanjleb di Banyumas Raya tahun ini. Jaringan pemutar film desa diharapkan semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

Asisten Promotor Bidang Film MTN, Mirta Parahita yang turut hadir pada pelatihan tersebut mengatakan, MTN merupakan program prioritas nasional yang bertujuan membangun basis data talenta Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Bidang film menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian melalui MTN Seni Budaya di bawah Kementerian Kebudayaan.
Menurut Mirta, dukungan kepada FFP diberikan karena kegiatan tersebut dinilai mampu membina talenta film sejak tahap awal. Sasaran kegiatannya juga menjangkau berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga orang tua.
| Baca juga: Layar Kelas Dorong Apresiasi Film Lokal |
"Pembibitan itu harus mulai disupport sejak awal, sperti yang dilakukan teman-teman Purbalingga melalui layar tanjleb ini," kata Mirta.
Mirta menilai kecintaan terhadap film perlu ditumbuhkan sejak dini agar melahirkan talenta baru di masa depan. Ia berharap peserta yang saat ini masih berada pada tahap awal dapat berkembang menjadi insan perfilman yang aktif berkarya.
"Skala-skala bibit itu harapannya bisa menjadi talenta-talenta yang juga punya minat dan bergerak di bidang film," ujarnya.
Ia juga berharap kelompok pemutar film yang telah terbentuk dapat terus bertahan dan berkembang. Dengan bertambahnya titik pemutaran, akses masyarakat terhadap film Indonesia diharapkan semakin luas di wilayah Banyumas Raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....