MUI: Pornografi dan Miras Jadi Pintu Masuk Kerusakan Moral
- 15 Jul 2026 07:02 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras kasus pemerkosaan keji yang menimpa seorang remaja berusia 15 tahun di Sampang, Madura, Jawa Timur.
Korban diduga dirudapaksa secara bergantian oleh 27 orang pelaku yang terdiri dari anak-anak di bawah umur hingga orang dewasa.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Dr Siti Ma'rifah menyoroti akar masalah yang kerap menjadi pemicu terjadinya tindakan asusila massal tersebut. Menurutnya, akses terhadap konten pornografi dan konsumsi minuman keras (miras) menjadi pintu masuk utama rusaknya moral para pelaku.
Dia menjabarkan, pintu masuk dari peristiwa ini di antaranya adalah tayangan pornografi dan meminum minuman keras.
Padahal, kata dia, agama sudah memberikan tuntunan yang jelas terkait pola hubungan laki-laki dan perempuan, serta bagaimana menjaga keluarga dengan menanamkan nilai-nilai luhur agar terhindar dari perbuatan keji dan munkar.
Selain menuntut hukuman mati atau kurungan maksimal bagi pelaku, MUI juga mengingatkan pentingnya menyelamatkan masa depan korban.
| Baca juga: Perbedaan Hukum Kurban Wajib dan Sunnah |
Siti Ma'rifah meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Pemerintah Daerah, serta tokoh ulama setempat untuk bersinergi melakukan langkah penyelamatan.
"Lembaga perlindungan korban dan saksi, Pemerintah Daerah, dan tokoh ulama setempat harus bekerjasama dengan orang tua. Mereka harus berperan aktif memberikan trauma healing kepada korban agar dapat kembali pulih, baik secara fisik maupun psikis," tuturnya dikutip Rabu, 15 Juli 2026.
Kedepan, MUI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan preventif yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Komunikasi yang baik, kasih sayang, dan pemenuhan ruang ekspresi yang positif bagi generasi muda di daerah-daerah dinilai menjadi kunci utama.
Dia mengingatkan, keluarga, lembaga pendidikan, dan lembaga keagamaan harus menjadi garda terdepan dalam membangun generasi bangsa yang kuat fisik dan moralnya.
"Kita harus berkolaborasi dan berintegrasi membangun komunikasi yang baik, membuat anak-anak kita merasa nyaman, serta memberikan bimbingan dan ruang bagi mereka untuk berkarya sesuai minat dan bakatnya," kata Siti Ma'rifah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....