Komite SMA Negeri 1 Ende Dorong Penguatan Guru dan Sarana Pendidikan

  • 14 Jul 2026 15:17 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID,Ende – Komite SMA Negeri 1 Ende menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi sekolah kepada anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Ende. Aspirasi tersebut meliputi kebutuhan peningkatan kompetensi guru, dukungan anggaran pendidikan, hingga kelengkapan sarana laboratorium.

Kunjungan tersebut dihadiri Ketua Komite SMA Negeri 1 Ende, Yustinus Sani, SE, jajaran sekolah, serta anggota DPRD Provinsi NTT. Pertemuan dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan riil sekolah yang dinilai memerlukan perhatian Pemerintah Provinsi NTT.

Saat diwawancarai RRI Ende, Selasa 14 Juli 2026, Yustinus Sani mengatakan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik. Menurutnya, sekolah belum memiliki anggaran yang memadai untuk mendukung pelatihan dan pengembangan kompetensi guru.

Ia menjelaskan, pelatihan bagi guru sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu peserta didik. Namun, keterbatasan anggaran dari dana BOS maupun komite sekolah membuat program tersebut belum dapat dilaksanakan secara optimal. Karena itu, ia berharap DPRD Provinsi NTT dapat mendorong dukungan anggaran bagi pengembangan kapasitas tenaga pendidik.

Selain itu, Yustinus juga menyoroti implementasi kebijakan biaya pendidikan di tingkat provinsi. Ia berharap Pemerintah Provinsi NTT dapat menyediakan pos anggaran khusus yang membantu memenuhi berbagai kebutuhan sekolah di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Persoalan sarana dan prasarana turut menjadi perhatian. Menurutnya, masih terdapat sekolah yang telah memiliki gedung laboratorium, tetapi belum dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan penunjang.

Ia menilai kondisi tersebut menghambat proses pembelajaran sehingga diperlukan sinergi antara DPRD dan Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk memastikan pembangunan fisik diikuti dengan penyediaan fasilitas yang memadai. Ia juga menambahkan, perubahan kebijakan yang tidak lagi memperbolehkan komite sekolah melakukan pungutan kepada orang tua siswa.

Akibatnya, sejumlah kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka, seni, tari, dan pengembangan minat bakat lainnya, mengalami kendala pembiayaan karena belum seluruhnya terakomodasi dalam anggaran sekolah. Ia berharap setiap kunjungan kerja DPRD ke sekolah tidak berhenti pada penyampaian aspirasi semata.

Seluruh masukan dan rekomendasi diharapkan terdokumentasi dalam basis data sehingga dapat dievaluasi pada kunjungan berikutnya. Dengan demikian, sekolah dapat mengetahui sejauh mana usulan yang disampaikan telah ditindaklanjuti melalui kebijakan maupun program pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....