Tak Cukup Pintar, Siswa di Ende Didorong Bangun Karakter dan Kemandirian
- 14 Jul 2026 12:02 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende– Karakter dan kemandirian dinilai menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompetitif. Karena itu, sekolah tidak hanya dituntut mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu berpikir kritis, peduli terhadap lingkungan, dan siap bersaing hingga tingkat internasional.
Hal tersebut disampaikan Dhion Dani, Guru Inisiator Perubahan 2021, saat diwawancarai Pro2 RRI Ende dalam program Obras (Obrolan Sepada) Senin 13 Juli 2026. Menurutnya, pendidikan harus menjadi ruang bagi peserta didik untuk bertumbuh dan mengembangkan potensi diri, bukan sekadar mengejar nilai di ruang kelas.
Dhion mengatakan sekolah perlu menanamkan pemahaman bahwa belajar merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Dengan cara itu, peserta didik akan memiliki motivasi belajar yang lahir dari kesadaran diri, bukan karena tekanan untuk memperoleh nilai tinggi.
Ia menjelaskan, karakter menjadi bekal utama yang akan melekat pada setiap peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan. Oleh sebab itu, sekolah harus membuka ruang bagi siswa untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan belajar dari pengalaman di lingkungan sekitar.
Menurutnya, sumber belajar tidak hanya berasal dari guru maupun buku pelajaran. Lingkungan keluarga, masyarakat, komunitas, hingga pelaku usaha dapat menjadi tempat belajar yang memperkaya pengalaman sekaligus melatih kemampuan berpikir dan berkolaborasi.
Ia juga mendorong peserta didik mengembangkan bakat dan minat melalui komunitas maupun kegiatan positif di luar sekolah. Pengalaman tersebut, katanya, dapat menjadi portofolio yang mendukung cita-cita mereka, baik saat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Ia menambahkan, Jadilah sekolah itu taman bermain yang menyenangkan, taman belajar yang menyenangkan. Jangan menunggu sumber belajar hanya dari guru atau sekolah, karena banyak tempat belajar yang dapat memperkaya pengalaman," ujarnya.
ia berharap agar guru menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media belajar. Guru juga didorong melibatkan orang tua dan masyarakat agar proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, relevan, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Dan juga semoga Lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, mandiri, memiliki kepedulian sosial, serta mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional sebagai bagian dari terwujudnya Indonesia Emas, tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....