Petani Jember Kesulitan Air Irigasi untuk Sawah
- 13 Jul 2026 20:38 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Petani padi di Desa Karangduren, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, mengeluhkan sulitnya memperoleh pasokan air irigasi untuk mengairi sawah. Kondisi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir itu dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen.
Minimnya aliran air membuat sebagian petani terpaksa menggunakan pompa air untuk memenuhi kebutuhan lahan. Langkah tersebut menambah biaya produksi di tengah masa pemeliharaan tanaman padi.
Petani setempat, Saiful, mengatakan saluran irigasi di wilayahnya tidak lagi mengalirkan air secara rutin. Menurutnya, kondisi tersebut mulai dirasakan saat usia tanaman padi memasuki sekitar 30 hari setelah tanam.
"Air irigasi kadang ada, kadang tidak, dan lebih sering tidak ada sejak padi berusia sekitar 30 hari setelah tanam," kata Saiful, Senin (13/7/2026).
Saiful menjelaskan, sumber air yang biasanya mengalir ke saluran sekunder dan tersier kini semakin berkurang. Padahal pada fase pertumbuhan, tanaman padi membutuhkan pasokan air yang cukup agar produktivitas tetap terjaga.
Akibat kondisi tersebut, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa maupun mengoperasikan mesin pompa air. Mereka berharap distribusi air irigasi dapat segera kembali normal sehingga beban biaya produksi tidak semakin meningkat.
"Tanaman padi sangat membutuhkan air, tetapi sekarang saluran irigasi sudah kering dan tidak ada aliran air," ujar Saiful.
Petani berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan penanganan, termasuk normalisasi saluran irigasi, agar pasokan air kembali lancar. Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jember belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab terhentinya aliran irigasi di wilayah Balung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....