Festival Sekerat Nusantara Jaga Tradisi Belian Sempekat
- 13 Jul 2026 13:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Sekerat – Festival Sekerat Nusantara (FSN) V Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi wisata, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya masyarakat Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Salah satu tradisi yang terus diperkenalkan kepada publik melalui festival tersebut adalah ritual adat Belian Sempekat yang diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan kekayaan budaya yang dimiliki Desa Sekerat merupakan identitas yang harus terus dijaga di tengah perkembangan sektor pariwisata. Menurutnya, budaya lokal menjadi pembeda yang mampu memberikan nilai tambah bagi sebuah destinasi wisata.
"Desa Sekerat tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga tradisi budaya yang masih terjaga. Salah satunya adalah Belian Sempekat yang kita harapkan dapat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda sehingga keberadaannya semakin terlindungi dan dikenal masyarakat luas," ujar Ardiansyah saat menutup Festival Sekerat Nusantara V, Minggu 12 Juli 2026.
Ia menilai, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui dokumentasi semata, melainkan harus dihadirkan dalam ruang-ruang publik agar dapat dikenalkan kepada generasi muda maupun wisatawan. Karena itu, Festival Sekerat Nusantara dinilai menjadi wadah yang tepat untuk mempertemukan nilai budaya dengan pengembangan sektor pariwisata.
Menurut Ardiansyah, budaya dan pariwisata merupakan dua sektor yang saling melengkapi. Ketika tradisi lokal tetap hidup dan diwariskan, daya tarik wisata daerah juga akan semakin kuat.
Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, menjelaskan Festival Sekerat Nusantara lahir dari keinginan masyarakat untuk menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkan identitas Desa Sekerat kepada masyarakat yang lebih luas. Selama empat tahun terakhir, masyarakat terus mengembangkan berbagai atraksi budaya agar festival memiliki ciri khas yang berbeda dari festival lainnya.
"Festival ini lahir dari semangat masyarakat untuk menjaga warisan leluhur. Kami ingin budaya yang diwariskan para pendahulu tetap hidup, dikenal generasi muda, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Desa Sekerat," kata Sunan.
Ia mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan festival. Mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pelaku UMKM bersama-sama mengambil peran dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.
Menurut Sunan, tradisi Belian Sempekat bukan hanya bagian dari ritual adat, tetapi juga mencerminkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Ahmad Rifanie, mengatakan pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata. Festival menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan sekaligus memperkuat identitas daerah.
"Keberhasilan Festival Sekerat Nusantara merupakan hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, komunitas, dan berbagai pihak. Budaya yang terus dijaga inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat," ujar Ahmad Rifanie.
Selama Festival Sekerat Nusantara V, berbagai atraksi budaya ditampilkan, mulai dari ritual adat, pertunjukan seni tradisional, lomba seni, hingga hiburan rakyat. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Desa Sekerat kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap Festival Sekerat Nusantara terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda. Dengan menjaga tradisi seperti Belian Sempekat tetap hidup, desa tidak hanya mempertahankan identitas budayanya, tetapi juga memperkuat daya saing sebagai destinasi wisata berbasis budaya di Kalimantan Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....