PPTI Balikpapan Jemput Bola, Skrining HIV dan Sifilis Hadir di Pantai Panrita Lopi

  • 13 Jul 2026 12:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Muara Badak - Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Balikpapan menggelar kegiatan skrining kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pemeriksaan penyakit menular HIV dan sifilis dengan layanan Mobile Voluntary Counseling and Testing (Mobile VCT) di kawasan wisata Pantai Panrita Lopi, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu 11 Juli 2026.

Dengan bekerjasama dengan Puskesmas Muara Badak, kegiatan tersebut merupakan upaya jemput bola untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya deteksi dini penyakit menular. Pengunjung pantai dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksa kondisi kesehatan sekaligus melakukan tes HIV dan sifilis secara sukarela, aman, dan menjaga kerahasiaan hasil pemeriksaan.

Petugas Lapangan Program Penjangkauan Penanggulangan HIV/AIDS Wilayah Kutai Kartanegara, Rasya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program rutin yang dilakukan dengan sistem jemput bola agar layanan kesehatan lebih mudah dijangkau masyarakat.

Menurutnya, program ini telah lama dijalankan sebagai upaya mengawal kesehatan masyarakat Kalimantan Timur melalui deteksi dini HIV dan infeksi menular seksual. Selain memberikan layanan pemeriksaan, tim juga memberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali faktor risiko serta mencegah penularan penyakit. "Ini merupakan program rutin yang memang turunan dari pusat. Kebetulan hari ini adalah Pantai Panrita Lopi, tujuan kami adalah mengajak pengunjung wisatawan untuk mendeteksi kesehatan dini, yang dicek tidak hanya Sifilis dan HIV saja tapi juga cek gula darah, tekanan darah dan lainnya. Jadi ini sepaket," katanya.

Rasya mengajak masyarakat yang memiliki faktor risiko untuk tidak ragu menjalani pemeriksaan HIV maupun sifilis. Ia menegaskan, deteksi sejak dini akan mempermudah proses penanganan dan pengobatan sehingga peluang hidup sehat menjadi lebih baik. Seluruh layanan, mulai dari pemeriksaan, konseling, pendampingan hingga pengobatan diberikan secara gratis dan tetap mengedepankan kerahasiaan identitas pasien.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar HIV sehingga dianjurkan melakukan pemeriksaan secara berkala. Kelompok tersebut antara lain pengguna narkoba suntik, transgender, pekerja seks, serta laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL). Namun demikian, Rasya menegaskan, siapa pun yang merasa pernah memiliki perilaku berisiko juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan tanpa harus menunggu munculnya gejala.

"Kita semua memiliki kemungkinan terpapar, untuk itu jika merasa berisiko, maka lebih baik lakukan pengecekkan dini. Karena PPTI tidak hanya melakukan skrining, tetapi juga mengawal pengobatan hingga akhir. Jangan khawatir, karena kerahasiaan pasien tetap terjamin, dan segala pengobatan ini gratis," katanya.

Bagi masyarakat yang belum sempat mengikuti kegiatan skrining di Pantai Panrita Lopi, layanan pemeriksaan kesehatan dan tes HIV maupun sifilis tetap dapat diakses kapan saja melalui fasilitas kesehatan terdekat. Layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) tersedia di sejumlah rumah sakit dan puskesmas yang telah ditunjuk sesuai dengan ketentuan di masing-masing daerah.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan kesehatan swasta, yang menyediakan pemeriksaan HIV dan sifilis dengan mengutamakan privasi pasien.

Melalui kegiatan skrining bergerak ini, PPTI Balikpapan berharap semakin banyak masyarakat yang berani memeriksakan kesehatannya tanpa rasa takut maupun stigma. Dengan deteksi dini, penyebaran HIV dan infeksi menular seksual dapat ditekan, sementara orang yang terdiagnosis dapat segera memperoleh pendampingan dan pengobatan yang tepat sehingga kualitas hidupnya tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....