ITS Pertahankan Takhta Robotika Nasional KRAI 2026

  • 13 Jul 2026 09:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Sorak penonton memenuhi Auditorium Universitas Jember (UNEJ), Minggu (12/7/2026), ketika dua robot terbaik Indonesia saling berhadapan pada babak final Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026. Harapan akan pertandingan sengit sempat mengiringi pertemuan robot Richie milik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Namun, jalannya laga berubah di luar dugaan. Robot otomatis Maestro Evo mengalami kendala sejak awal pertandingan sehingga Richie mampu memanfaatkan kesempatan dan menutup final dengan kemenangan meyakinkan, 160-20. Hasil itu mengantarkan ITS mempertahankan Piala Bergilir Sambhawana Pratimacala sekaligus memastikan diri menjadi wakil Indonesia pada ajang ABU Robocon Internasional di Hong Kong, Agustus mendatang.

KRAI 2026 yang digelar di kampus UNEJ mempertemukan 28 tim dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Selama beberapa hari, para peserta menampilkan kemampuan terbaiknya melalui inovasi robotika, strategi, serta kerja sama tim yang menjadi kunci keberhasilan di arena kompetisi.

Bagi Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., esensi kompetisi bukan semata terletak pada kecanggihan robot yang dipertandingkan. Menurutnya, nilai terbesar justru lahir dari karakter mahasiswa yang merancang, menguji, hingga menyempurnakan setiap inovasi.

"Sesungguhnya yang paling mengesankan bukan robotnya, melainkan orang-orang di balik robot tersebut. Ketekunan, kolaborasi, dan keberanian untuk terus mencoba ketika orang lain memilih berhenti adalah nilai yang sesungguhnya," ujar Iwan Minggu,13 Juli 2026.

Ia menambahkan, KRAI merupakan ruang bagi mahasiswa untuk menempa kemampuan sekaligus membangun semangat kolaborasi. Meski datang membawa nama perguruan tinggi masing-masing, seluruh peserta pada akhirnya membawa satu identitas yang sama, yaitu Indonesia.

Senada dengan itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., berharap tim juara mampu mengharumkan nama Indonesia pada tingkat internasional.

"Juara pertama akan mengemban amanah untuk membawa nama Indonesia di Hong Kong. Semoga perjuangan berikutnya mampu membuat Merah Putih berkibar di panggung internasional. Ingatlah, setiap juara pernah merasakan jatuh dan kegagalan. Gelar juara bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah, melainkan buah dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk terus bangkit," katanya.

Selain mengucapkan selamat kepada para pemenang, ia juga mengapresiasi Universitas Jember sebagai tuan rumah yang sukses menyelenggarakan kompetisi nasional tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga dan perguruan tinggi menjadi modal penting untuk melahirkan talenta robotika Indonesia yang siap bersaing di tingkat dunia.

Selain ITS sebagai juara pertama dan UNY di posisi kedua, tuan rumah Universitas Jember turut mencatatkan prestasi membanggakan melalui robot Lahbako-san yang meraih juara ketiga sekaligus penghargaan Best Innovation. Penghargaan khusus lainnya diberikan kepada Richie ITS sebagai Best Design, Maestro Evo UNY sebagai Best Strategy, Garudago Institut Teknologi Bandung sebagai Best K3, Napopa Universitas Tadulako sebagai Best Spirit, dan Barelang V Politeknik Negeri Batam sebagai Best Sportivitas.

KRAI 2026 pun kembali membuktikan bahwa kemajuan robotika Indonesia tidak hanya lahir dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari semangat belajar, kolaborasi, dan ketangguhan generasi muda yang terus berinovasi untuk membawa Merah Putih bersaing di panggung dunia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....