Kembar tiga Hafal Satu Juz Al-Qur'an, BAZNAS Kuningan Tambah Modal Usaha Orang Tua

  • 12 Jul 2026 22:46 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Kisah pasangan Ahmad Taufik dan Yuliwati, warga Desa Cikaso, Kabupaten Kuningan, menyita perhatian banyak pihak. Di tengah keterbatasan ekonomi, keduanya tetap berjuang membesarkan enam anak, termasuk tiga anak kembar yang terlahir dengan kondisi tuna netra.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Yusron Kholid, saat dihubungi RRI melalui telepon, mengatakan lembaganya telah menyalurkan bantuan modal usaha kepada keluarga tersebut. Dukungan ini diberikan agar usaha kecil yang sedang mereka jalankan dapat berkembang dengan baik.

"Bantuan ini memang nilainya tidak besar, sekitar Rp1,5 juta. Namun kami berharap bisa menjadi tambahan modal usaha sehingga ekonomi keluarga mereka perlahan membaik," kata Yusron, Minggu, 12 Juli 2026.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen nyata BAZNAS dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan. Langkah strategis ini dijalankan secara bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

"BAZNAS terus bersinergi dengan Pemkab melalui program Gema Sadulur. Kami ingin hadir membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan hanya melalui bantuan konsumtif, tetapi juga dengan mendorong usaha produktif," ujarnya.

Di balik keterbatasan ekonomi keluarga, tersimpan kisah yang menginspirasi. Tiga anak kembar mereka, Farhaz, Farhan, dan Farhat, meski menyandang disabilitas netra, telah berhasil menghafal satu juz Al-Qur'an dan kini menempuh pendidikan di sekolah khusus.

Saat dihubungi terpisah, Ahmad Taufik mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Selama ini ia bersama istrinya mengandalkan penghasilan dari berjualan gorengan dan bensin eceran dengan pendapatan yang tidak menentu.

"Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Rencananya akan kami gunakan sebagai tambahan modal untuk membuat gerobak jualan agar usaha bisa lebih baik," katanya.

Ahmad mengatakan, selain ketiga anak kembar tuna netra, ia dan istrinya juga memiliki tiga anak lainnya. Ia berharap seluruh anaknya dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

"Anak-anak kami, khususnya yang tuna netra, bercita-cita menjadi dosen. Kami hanya ingin terus berusaha agar mereka bisa meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....