JKI Graha Imanuel Ajak Jemaat Jadi Keharuman Kristus

  • 13 Jul 2026 13:41 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Graha Imanuel Fanindi Bengkel Tan, Manokwari, mengangkat tema perenungan sepanjang Juli 2026, yaitu: “Persembahkan Hidupmu yang Harum bagi Tuhan.” Tema tersebut diambil dari pembacaan 2 Korintus 2:14-16 yang mengajak setiap orang percaya menjadi keharuman Kristus di tengah kehidupan.

Gembala Senior JKI Graha Imanuel, Ps. Dr. Wesley Go, B.Ac., M.A., M.Th., M.Pd., D.Th., menyampaikan bahwa setiap orang percaya dipanggil menjadi saksi Kristus dengan menyebarkan keharuman pengenalan akan Tuhan melalui kehidupan yang nyata, sebagaimana tertulis dalam 2 Korintus 2:14-15 dan 1 Petrus 2:9-10.

Menurutnya, kehidupan yang memancarkan keharuman surga hanya dapat terwujud apabila seseorang terus melekat kepada Kristus sebagai sumber kehidupan. Ia mengutip Yohanes 15:4-5 bahwa setiap orang percaya harus tinggal di dalam Kristus agar mampu menghasilkan buah yang memuliakan Tuhan.

“Di luar Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa. Karena itu, kehidupan yang melekat kepada Tuhan akan menghasilkan buah yang menjadi kesaksian bagi banyak orang,” ujarnya.

Selain itu, Wesley menegaskan pentingnya menjadi pelaku firman, bukan hanya pendengar. Kehidupan yang dipenuhi buah Roh seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri merupakan wujud nyata keharuman Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, dalam khotbah Ibadah Raya I, Minggu, 12 Juli 2026, Pdt. Philip Samori menjelaskan bahwa sejak Perjanjian Lama, persembahan yang harum kepada Tuhan identik dengan korban yang dibakar. Menurutnya, hal itu menggambarkan bahwa kehidupan orang percaya juga harus mengalami proses pembentukan agar menghasilkan persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan.

Ia menekankan bahwa kekristenan sejati tidak hanya diukur dari pengakuan iman, tetapi dari pengenalan yang benar kepada Tuhan serta buah kehidupan yang dihasilkan. Menjaga nama baik, memelihara persatuan, hidup dalam kekudusan, dan memiliki respons yang benar terhadap setiap keadaan menjadi bagian dari standar kehidupan yang harum di hadapan Tuhan.

“Buah kehidupan menentukan kualitas iman seseorang. Karena itu, jagalah nama baik, peliharalah persatuan, dan hiduplah dalam kekudusan agar kehidupan kita menjadi persembahan yang harum di hadapan Tuhan,” katanya.

Melalui tema perenungan bulan Juli ini, jemaat diajak untuk terus bertumbuh dalam iman, menghasilkan buah Roh, serta menghadirkan kasih Kristus di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat sebagai wujud persembahan hidup yang harum bagi Tuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....