Sekolah Masa Depan Dinilai Perlu Tetap Berakar pada Budaya Daerah

  • 09 Jul 2026 14:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Konsep sekolah masa depan atau future school dinilai perlu tetap berpijak pada nilai-nilai budaya daerah di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi. Pandangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, saat berbagi pandangan dalam talkshow bertema Eksistensi Budaya Lamaholot di Era Digital.

Menurut Anselmus, pemanfaatan teknologi dan penguasaan bahasa asing merupakan kemampuan yang penting dimiliki generasi muda. Namun, kemampuan tersebut perlu diimbangi dengan penguasaan bahasa daerah dan pemahaman terhadap budaya lokal.

"Di benak mereka, future school itu harus berteknologi tinggi dan berbahasa asing. Saya bilang, okelah boleh berbahasa asing, tetapi mereka juga harus bisa berbahasa kita (bahasa daerah)," kata Anselmus pada Sabtu 4 Juli 2026.

Ia menilai sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan identitas budaya sejak dini. Selain melalui pendidikan formal, pelestarian bahasa dan budaya daerah juga perlu diperkuat dari lingkungan keluarga.

Menurut Anselmus, generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan jati diri. Penguasaan teknologi dan bahasa asing dinilai dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga warisan budaya daerah.

Ia berharap nilai-nilai budaya Lamaholot tetap menjadi bagian dari proses pendidikan di Kabupaten Lembata. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter yang berakar pada budaya lokal.

Pandangan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap menjaga identitas budaya daerah. Pendekatan itu diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan akar budayanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....