Bupati Apresiasi Capaian PDAM dan Dorong Penguatan Pelayanan Air Bersih

  • 09 Jul 2026 07:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, memaparkan berbagai capaian perusahaan dalam Rapat Pertanggungjawaban Direksi PDAM Kabupaten Lombok Timur yang digelar di Selong, Rabu, 8 Juli 2026. Ia menyampaikan komitmen utama PDAM adalah turut mendukung pembangunan ekonomi nasional.

"Komitmen ini tertuang melalui penyediaan layanan air minum dan air bersih yang adil, merata, berkelanjutan, serta memenuhi standar kesehatan bagi masyarakat," katanya.

Sopyan menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan Konsultan Akuntan Publik (KAP), PDAM Lombok Timur berhasil meraih opini "Wajar" sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP). Selain itu, hasil evaluasi BPKP Perwakilan NTB terhadap Tahun Buku 2025 menempatkan perusahaan pada kategori "Sehat" berdasarkan indikator kinerja BPPSPAM, serta memperoleh klasifikasi "Cukup" sesuai Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999.

"Capaian yang diperoleh mengukuhkan PDAM Lombok Timur sebagai PDAM terbaik kedua di Provinsi Nusa Tenggara Barat," ucapnya.

Ia juga mengungkapkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan PDAM terus meningkat. Jumlah pelanggan yang pada 2024 tercatat sebanyak 29.036 sambungan bertambah menjadi 36.339 pelanggan pada 31 Desember 2025 atau meningkat sebanyak 7.303 pelanggan, sementara hingga Juli 2026, jumlah pelanggan kembali bertambah 5.059 sambungan sehingga total pelanggan yang dilayani mencapai 41.389 pelanggan.

Sementara itu, Dewan Pengawas PDAM Lombok Timur, H. Mulyadi, menyampaikan hasil pengawasan selama Tahun Anggaran 2025 menunjukkan seluruh kegiatan di bidang perencanaan, teknik, administrasi keuangan, maupun operasional telah berjalan dengan baik sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta ketentuan yang berlaku.

"Kami berharap Pemerintah Daerah terus memberikan dukungan melalui penguatan regulasi dan fasilitasi program kerja untuk mendukung pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)," ujarnya.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memberikan apresiasi kepada jajaran PDAM atas capaian yang diraih. Menurutnya, data yang dipaparkan Direksi merupakan kondisi riil di lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga memuji respons cepat manajemen dalam menangani berbagai laporan kebocoran pipa yang disampaikan masyarakat. Namun demikian, Bupati mengingatkan agar seluruh jajaran PDAM tidak terlena dengan berbagai capaian tersebut.

Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi ke depan masih cukup besar, terutama menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus dan September.

"Hari ini kita boleh berbangga dengan capaian yang ada, namun kita harus tetap waspada menghadapi bulan Agustus dan September mendatang. Kita berdoa agar prediksi kekeringan dari BMKG tidak terjadi. Namun, secara internal, PDAM harus fokus pada langkah mitigasi dan pencarian solusi konkret," ucap Bupati.

Bupati juga menyoroti kerusakan jaringan pipa akibat proyek pelebaran jalan maupun pembangunan gorong-gorong. Ia meminta setiap kontraktor wajib berkoordinasi dengan PDAM sebelum melakukan pembongkaran dan bertanggung jawab mengganti atau menormalisasi jaringan pipa yang rusak.

"Pemerintah Daerah, akan berkoordinasi dengan DPRD untuk menyiapkan payung hukum yang mengatur kewajiban tersebut," imbuhnya.

Selain itu, Bupati memberikan arahan terkait akumulasi piutang pelanggan yang belum tertagih dan telah mencapai sekitar Rp11 miliar. Ia mengusulkan kebijakan penghapusan piutang dengan prioritas bagi pelanggan dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah atau kurang mampu yang mengalami kesulitan ekonomi.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung di Selong. Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Bidang Perekonomian, organisasi perangkat daerah terkait, serta para direktur BUMD.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....