Kanwil Kemenkum Sulteng Dorong Tenun Sulteng Bersaing di Pasar Global
- 09 Jul 2026 12:27 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Donggala – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) mengapresiasi penyelenggaraan Buya Subi Festival 2026 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Eco Fashion Week Australia (EFWA). Agenda budaya yang berlangsung di Pantai Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa 7 Juli 2026 tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya di Sulawesi Tengah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Sopian, yang mewakili Kanwil Kemenkum Sulteng dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama berbagai pemangku kepentingan. Festival bertema "Handmade for the Earth" ini mempertemukan berbagai unsur terkait sepertih pemerintah, pelaku industri fesyen, hingga mitra internasional untuk mempromosikan tenun khas daerah.
Sopian mengatakan, kolaborasi lintas negara seperti yang dibangun dalam festival ini menjadi kunci penting dalam memperkenalkan kain tradisional khas daerah. Selain itu, kegiatan ini disebut membuka peluang besar bagi produk budaya lokal untuk memperoleh akses pasar yang lebih luas.
“Festival ini membuktikan bahwa budaya daerah mampu menjadi jembatan kerja sama internasional. Ketika produk budaya dipromosikan melalui kolaborasi global, maka peluang investasi, pemasaran, dan pengembangan ekonomi kreatif akan semakin terbuka,” ujarnya.
Ia menambahkan, aspek hukum tetap menjadi fondasi penting dalam mendukung perluasan pasar tersebut. Perlindungan kekayaan intelektual diyakini mampu meningkatkan kepercayaan dunia usaha sekaligus memberikan kepastian bagi para pelaku industri kreatif.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menyampaikan bahwa kerja sama internasional merupakan langkah positif dalam memperkenalkan potensi budaya Sulawesi Tengah kepada masyarakat dunia. Menurutnya, keberadaan mitra internasional dalam Buya Subi Festival menjadi bukti bahwa produk budaya lokal memiliki daya tarik tinggi apabila dikemas secara profesional dan didukung dengan perlindungan hukum yang memadai.
“Kolaborasi internasional seperti ini harus terus diperluas. Kementerian Hukum melalui Kanwil Kemenkum Sulteng siap mendukung penguatan aspek hukum sehingga produk budaya Sulawesi Tengah memiliki kepastian hukum sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global,” kata Rakhmat Renaldy dalam keterangannya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, pelaku industri kreatif, komunitas budaya, dan mitra internasional menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pada potensi lokal. Ke depan, dirinya mendornog lebih banyak produk budaya Sulawesi Tengah yang tampil dalam forum nasional maupun internasional.
Keikutsertaan Kanwil Kemenkum Sulteng dalam Buya Subi Festival 2026 menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Penguatan perlindungan hukum diharapkan mampu memberikan perlindungan hak cipta yang kokoh bagi seluruh karya kreatif masyarakat Donggala.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....