Cerita Kelimutu dan Lagu Maumere Bikin Murid Bali Ingin ke Flores

  • 07 Jul 2026 16:32 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende– Cerita tentang Danau Kelimutu dan lagu Maumere berhasil membangkitkan rasa ingin tahu murid-murid sebuah sekolah dasar di Bali terhadap Kabupaten Ende. Bahkan, beberapa siswa mengaku bercita-cita mengunjungi Flores untuk melihat langsung keindahan alam yang selama ini hanya mereka kenal dari kisah gurunya.

Pengalaman tersebut dibagikan Maria Adelheid Gadi Gaa, S.Pd., Gr., guru SD Negeri 3 Gegelang, Bali, saat di wawancarai dalam program Obras (Obrolan Spada) Pro 2 RRI Ende, Senin 6 Juli 2026. Menurutnya, rasa penasaran murid-murid terhadap daerah asalnya menjadi awal dirinya memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Kabupaten Ende di ruang kelas.

Ia mengatakan, murid-muridnya sering bertanya mengenai kondisi Ende, mulai dari keberadaan bandara, pelabuhan, hingga objek wisata yang dimiliki. Pertanyaan tersebut dimanfaatkannya untuk mengenalkan berbagai potensi daerah, terutama Danau Kelimutu yang dikenal karena fenomena tiga warna air danaunya.

Untuk memudahkan anak-anak memahami cerita yang disampaikan, ia memperlihatkan foto dan video Danau Kelimutu. Cara itu membuat para siswa semakin antusias mengenal salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Ende dan banyak mengajukan pertanyaan lanjutan.

Selain mengenalkan destinasi wisata, Adel juga memperkenalkan budaya Flores melalui lagu Gemu Fa Mi Re atau yang lebih dikenal sebagai lagu Maumere. Lagu yang diputar saat senam pagi setiap hari Jumat di sekolah menjadi media yang efektif untuk mengenalkan budaya Nusa Tenggara Timur kepada murid-muridnya.

Menurut Adel, pendekatan melalui cerita dan lagu membuat anak-anak lebih mudah memahami keberagaman budaya Indonesia. Bahkan, beberapa murid menyampaikan keinginan mereka untuk suatu hari nanti datang ke Ende dan menyaksikan langsung keindahan Danau Kelimutu.

Ia menilai seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan budaya dan potensi daerah kepada generasi muda. Cara sederhana tersebut dinilai mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kecintaan anak-anak terhadap kekayaan budaya Nusantara.

Ia berharap semakin banyak pendidik yang memanfaatkan ruang kelas sebagai sarana memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia. Menurutnya, mengenalkan potensi daerah sejak dini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah air sekaligus mendorong generasi muda untuk menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya serta pariwisata Indonesia, tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....