Gubernur NTT Ajak OMK Jadi Pelopor Perubahan Bangsa
- 07 Jul 2026 16:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri perayaan ekaristi penutupan Nusra Youth Day (NYD) III di Aula Seminari Tinggi Interdiosesan Ritapiret, Kabupaten Sikka, Minggu 5 Juli 2026. Kehadiran Gubernur NTT menandai penutupan rangkaian pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) dari sembilan keuskupan di wilayah Nusa Tenggara dan Bali.
Dalam sambutannya, Melki Laka Lena mengajak OMK untuk mengambil peran lebih besar dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Ia menegaskan kaum muda Katolik tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai pelaku perubahan yang membawa nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Melki, NYD III bukan sekadar pertemuan iman, melainkan ruang pembinaan kepemimpinan dan penguatan karakter generasi muda Katolik. Forum ini, kata dia, menjadi wadah strategis bagi OMK untuk belajar menjawab tantangan sosial yang dihadapi masyarakat di tengah perubahan zaman.
Ia menilai semangat persaudaraan dan kolaborasi yang tumbuh selama NYD III merupakan modal penting bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur. Karena itu, para peserta diharapkan kembali ke keuskupan masing-masing dengan semangat baru untuk terus berkarya bagi Gereja, masyarakat, dan daerah asalnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTT juga menyoroti pentingnya budaya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Ia mengajak OMK menjadi motor penggerak Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang saat ini terus didorong Pemerintah Provinsi NTT untuk dilaksanakan setiap hari pukul 18.00 hingga 19.30 WITA.
Menurutnya, pembiasaan membaca dan belajar harus dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga, paroki, dan komunitas. Dengan keterlibatan orang muda, gerakan belajar itu diharapkan tidak berhenti sebagai program pemerintah, melainkan menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat NTT.
Selain isu pendidikan, Melki juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi di kalangan generasi muda Katolik. Ia mendorong OMK berani masuk ke dunia wirausaha dengan memanfaatkan potensi lokal serta dukungan pembiayaan pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pengembangan kewirausahaan, lanjut dia, sejalan dengan arah kebijakan Pemprov NTT dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Program seperti One Village One Product (OVOP), pengembangan UMKM, dan perluasan akses pasar melalui NTT Mart disebut menjadi instrumen untuk meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.
Di akhir sambutannya, Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Keuskupan Maumere, panitia, relawan, dan seluruh peserta yang telah menyukseskan NYD III. Ia berharap pertemuan iman tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi melahirkan generasi muda Katolik yang cakap, berdaya saing, dan siap terlibat aktif membangun NTT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....