TPA Raberas Dibanjiri Sampah Plastik, Pemda Siapkan Perbup

  • 06 Jul 2026 14:21 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • TPA Raberas menerima 11 ton sampah plastik dari total 75 ton sampah harian yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Sumbawa, mengancam kapasitas TPA dan kelestarian lingkungan
  • Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa sedang menyusun Peraturan Bupati tentang pengurangan sampah plastik karena kebijakan melalui surat edaran terbukti belum efektif mengurangi penggunaan plastik secara signifikan
  • Pemerintah menargetkan pengurangan volume sampah plastik ke TPA Raberas menjadi 3-5 ton per hari melalui regulasi, edukasi berkelanjutan, dan peningkatan partisipasi masyarakat termasuk penguatan bank sampah

RRI.CO.ID, Sumbawa - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Raberas, Kelurahan Seketeng, Kabupaten Sumbawa, setiap hari menerima sekitar 11 ton sampah plastik. Jumlah tersebut menjadi bagian dari sekitar 75 ton sampah yang diproduksi masyarakat setiap harinya dan dinilai mulai mengancam kapasitas TPA serta kelestarian lingkungan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengurangan sampah plastik. Regulasi itu diharapkan menjadi dasar hukum yang lebih kuat, untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai, sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.

Kepala DLH Kabupaten Sumbawa, Pipin Bitongo, S.T., M.Eng, mengatakan penyusunan Perbup dilakukan setelah evaluasi menunjukkan kebijakan yang selama ini diterapkan melalui surat edaran belum mampu menekan penggunaan plastik secara signifikan.

"Selama ini memang sudah ada surat edaran bupati terkait pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Namun efektivitasnya belum optimal. Karena itu kami sedang menyusun Peraturan Bupati agar memiliki landasan hukum yang lebih kuat," ujarnya, Senin 5 Juli 2026.

Menurut Pipin, persoalan sampah plastik perlu mendapat perhatian serius karena jenis sampah tersebut membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Selain mempercepat penumpukan sampah di TPA, limbah plastik juga berpotensi mencemari tanah dan air serta meningkatkan risiko longsor di area tempat pemrosesan akhir, terutama pada musim hujan.

Berdasarkan data DLH, komposisi sampah plastik yang paling banyak ditemukan di TPA Raberas berasal dari gelas plastik sekali pakai, botol minuman, dan kantong plastik yang masih digunakan secara luas dalam aktivitas masyarakat. Angka tersebut belum termasuk sampah plastik yang masih tercecer di lingkungan dan belum terangkut ke tempat pembuangan akhir.

Pipin menjelaskan, penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan modern mulai menunjukkan tren penurunan seiring penerapan kebijakan pengurangan plastik sekali pakai. Namun kondisi berbeda masih ditemukan di pasar-pasar tradisional yang hingga kini menjadi penyumbang terbesar penggunaan kantong plastik.

"Perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan terbesar. Karena itu kami terus mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Selain memperkuat regulasi, pemerintah daerah juga mengembangkan berbagai program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satunya melalui penguatan bank sampah yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi terhadap sampah yang masih dapat didaur ulang.

DLH menargetkan volume sampah plastik yang masuk ke TPA Raberas dapat ditekan secara bertahap hingga berkisar antara tiga hingga lima ton per hari dalam beberapa tahun ke depan. Target tersebut akan dicapai melalui penerapan regulasi, edukasi berkelanjutan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Pipin mengakui perubahan pola konsumsi masyarakat tidak dapat dilakukan secara instan. Namun ia optimistis, dengan dukungan seluruh pihak, upaya pengurangan sampah plastik dapat berjalan efektif sehingga beban TPA Raberas berkurang dan kualitas lingkungan di Kabupaten Sumbawa tetap terjaga.

"Perubahan perilaku memang membutuhkan waktu. Tetapi upaya ini harus dimulai sekarang agar kita dapat mewariskan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan kepada generasi mendatang," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....