Hari Lingkungan Hidup 2026, NTB Dorong Aksi Nyata Atasi Krisis Iklim

  • 22 Jun 2026 11:52 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan agar pembangunan tidak menjadi alasan untuk mengorbankan lingkungan.
  • Mengusung tema "Now for Climate" atau "Sekarang untuk Iklim", Abul menegaskan penanganan krisis lingkungan tidak bisa lagi ditunda.
  • Abul menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di NTB. Ia menilai sebagian masyarakat masih memiliki kebiasaan membuang sampah ke sungai dengan harapan akan terbawa arus hingga tempat pembuangan akhir.

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan agar pembangunan tidak menjadi alasan untuk mengorbankan lingkungan. Di tengah ancaman perubahan iklim, pemerintah daerah mendorong seluruh elemen masyarakat bergerak melakukan aksi nyata menjaga bumi.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah NTB Abul Chair saat memimpin Apel Siaga Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan Hutan Nuraksa Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Sabtu, 20 Juni 2026.

Mengusung tema "Now for Climate" atau "Sekarang untuk Iklim", Abul menegaskan penanganan krisis lingkungan tidak bisa lagi ditunda. Menurut dia, kerusakan alam yang terus terjadi dapat membawa dampak permanen jika tidak segera ditangani.

“Sekarang, bukan nanti atau besok. Lingkungan tidak memberi kesempatan kepada kita untuk terlambat. Ketika terlambat menyelamatkan lingkungan, dampaknya bisa menjadi kerusakan yang tidak dapat diperbaiki kembali,” ujar Abul.

Dalam kesempatan itu, Abul menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di NTB. Ia menilai sebagian masyarakat masih memiliki kebiasaan membuang sampah ke sungai dengan harapan akan terbawa arus hingga tempat pembuangan akhir.

“Sering kali sampah kita titipkan di sungai dan berharap bisa sampai sendiri ke TPA. Pola pikir seperti ini justru menjadi penyebab kerusakan lingkungan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan tidak dilakukan dengan mengabaikan keseimbangan alam. Menurutnya, pembangunan yang menghilangkan fungsi lingkungan hanya akan menimbulkan persoalan baru di masa depan.

“Jangan sampai kerusakan lingkungan dibenarkan atas nama pembangunan. Menebang pohon tanpa pemulihan dan menggantinya dengan beton bukan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelum memimpin apel, Abul membuka pameran kendaraan listrik sebagai bagian dari kampanye penggunaan energi bersih. Ia menyebut peralihan ke transportasi ramah lingkungan menjadi salah satu langkah untuk menekan dampak perubahan iklim.

“Semangat menjaga lingkungan harus terus kita rawat. Ini menjadi tanggung jawab bersama demi masa depan NTB yang lebih baik,” kata Abul.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB Didik Mahmud Gunawan Hadi mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini tidak hanya dilakukan dalam bentuk seremoni, tetapi diisi berbagai kegiatan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Salah satunya melalui Pasar Pangan Murah yang digelar di kawasan TPA Regional Kebon Kongok dan Desa Taman Ayu pada 5 Juni 2026. Program tersebut merupakan kolaborasi DLHK dengan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Selain itu, aksi bersih lingkungan di jalur Bypass BIL pada 6 Juni melibatkan sekitar 1.200 peserta. Dari kegiatan tersebut, terkumpul sekitar 4,3 ton sampah.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan telekonferensi bersama Menteri Lingkungan Hidup, pemberian kompensasi dampak lingkungan kepada delapan desa sekitar TPA Regional, serta pameran produk UMKM berbasis lingkungan.

Didik menyebut Menteri Lingkungan Hidup direncanakan mengunjungi NTB pada 5–6 Juli mendatang untuk melakukan penanaman pohon dan melihat langsung pengelolaan sampah di kawasan wisata Gili Trawangan.

Sebagai bagian dari gerakan penghijauan, pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup dilakukan penanaman 200 bibit pohon di kawasan Hutan Nuraksa Kumbi. “Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini memperkuat komitmen bersama menjaga lingkungan hidup untuk keberlanjutan generasi mendatang,” ujar Didik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....