Keramahan Warga Moni Bikin Peserta Program Penghijauan Terkesan

  • 05 Jul 2026 18:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Program penanaman pohon di kawasan Moni, Kabupaten Ende pada Selasa 30 Juni 2026, meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa asal Singapura yang mengikuti kegiatan tersebut. Selain belajar tentang pelestarian lingkungan, mereka juga merasakan langsung kehidupan masyarakat lokal yang dinilai hangat dan penuh kekeluargaan.

Mahasiswa National University of Singapore, Sarah, mengatakan kegiatan penanaman pohon memberikan pengalaman baru tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Menurutnya, proses membawa bibit pohon hingga mendaki bukit membuat peserta memahami besarnya usaha yang diperlukan untuk menjaga lingkungan tetap hijau.

“Pengalaman ini membuat kami lebih menghargai alam dan memahami bagaimana generasi sebelumnya menjaga tempat ini hingga tetap indah sampai sekarang,” ujarnya.

Sarah mengaku sebelumnya pernah mengikuti kegiatan serupa, namun pengalaman di Moni terasa berbeda karena peserta harus berjalan kaki sambil membawa bibit pohon menuju lokasi penanaman. Kondisi tersebut membuat peserta lebih memahami proses dan tantangan dalam menjaga lingkungan.

Selain kegiatan penghijauan, ia juga terkesan dengan keramahan masyarakat Moni. Sepanjang perjalanan menuju lokasi penanaman, warga terlihat aktif menyapa dan berinteraksi dengan para mahasiswa meskipun baru pertama kali bertemu.

“Kami merasa sangat diterima di sini. Orang-orang begitu ramah dan membuat kami merasa seperti di rumah sendiri,” katanya.

Mahasiswa lainnya, Zaydan, menyebut perjalanan mendaki bukit menjadi pengalaman paling menarik selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, pemandangan alam sepanjang perjalanan membuat rasa lelah peserta terbayar.

Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan berharap semangat menjaga alam terus diwariskan kepada generasi muda di Moni. Menurutnya, lingkungan yang indah perlu dijaga bersama agar tetap lestari di masa mendatang.

“Lingkungan yang indah seperti ini harus terus dijaga. Jangan menganggap remeh usaha besar yang sudah dilakukan generasi sebelumnya,” ujar Zaydan.

Selain mengikuti penanaman pohon, para mahasiswa juga menikmati makanan lokal khas Moni seperti ikan asin dan berbagai jenis umbi-umbian tradisional. Mereka menilai cita rasa makanan lokal sangat unik dan menjadi bagian penting dari pengalaman budaya selama berada di Kabupaten Ende.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....