Fenomena El Nino Berpotensi Membuat Musim Kemarau Lebih Kering
- 03 Jul 2026 20:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon — BMKG Kertajati mengungkapkan kondisi musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Hal itu dipengaruhi adanya fenomena El Nino moderat yang mulai berdampak terhadap wilayah Ciayumajakuning.
Prakirawan Cuaca BMKG Kertajati, Dyan Anggraini, mengatakan, berdasarkan pemantauan indeks Nino, saat ini nilainya berada di angka 1,1. Kondisi tersebut menunjukkan pengaruh El Nino kategori moderat.
"Saat ini indeks Nino berada pada angka 1,1, itu menunjukkan saat ini kita mengalami fenomena El Nino moderat. Artinya kondisinya akan cukup kering mulai bulan ini hingga nanti puncaknya pada Agustus," ujarnya saat dihubungi RRI pada Kamis 2 Juli 2026.
Ia menjelaskan, memasuki awal Juli intensitas hujan diperkirakan semakin berkurang. Curah hujan yang turun diprediksi berada di bawah kondisi normal untuk periode yang sama.
Menurutnya selama satu pekan ke depan sebagian besar wilayah Ciayumajakuning akan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan. Kondisi tersebut menjadi indikasi mulai menguatnya musim kemarau.
"Untuk satu minggu ke depan kita prediksi hujannya sudah semakin berkurang atau lebih kering daripada normalnya," ujarnya.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian berbagai sektor, terutama pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca resmi serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi musim kemarau yang diperkirakan semakin kering dalam beberapa bulan ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....