Ketua TP PKK NTB Ajak Santri Tunda Nikah Dini dan Siapkan Masa Depan

  • 02 Jul 2026 15:53 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Para santri diminta mempersiapkan masa depan sejak dini melalui pendidikan, penguatan karakter, dan keterampilan hidup.
  • Yayasan Darul Falah di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.
  • Pondok pesantren kini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga perlu membekali santri dengan keterampilan hidup dan jiwa kewirausahaan agar mampu mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (TP PKK NTB), Sinta M. Iqbal, mengajak para santri mempersiapkan masa depan sejak dini melalui pendidikan, penguatan karakter, dan keterampilan hidup. Ia juga mengingatkan pentingnya mencegah pernikahan usia dini sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Pesan itu disampaikan Sinta saat mengunjungi Yayasan Darul Falah di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut Sinta, masa remaja merupakan periode yang menentukan masa depan seseorang. Karena itu, kesempatan belajar di pondok pesantren harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperkaya ilmu pengetahuan sekaligus membentuk akhlak.

"Masa muda adalah waktu terbaik untuk belajar. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menambah ilmu, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan. Apa yang dipelajari hari ini akan menjadi bekal ketika kalian dewasa nanti," kata Sinta.

Ia menilai pondok pesantren kini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga perlu membekali santri dengan keterampilan hidup dan jiwa kewirausahaan agar mampu mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Sinta menegaskan bahwa pernikahan bukan jalan keluar dari berbagai persoalan hidup. Menurut dia, seseorang harus memiliki kesiapan fisik, mental, pendidikan, dan ekonomi sebelum membangun rumah tangga.

"Menikah bukan solusi atas persoalan hidup. Persiapkan diri sebaik mungkin melalui pendidikan dan pengembangan diri agar kelak mampu membangun keluarga yang sehat dan berkualitas," ujarnya.

Ia juga mengajak remaja putri rutin mengonsumsi tablet tambah darah untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan kehamilan yang sehat pada masa mendatang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko stunting.

Kepada santri yang berasal dari keluarga pekerja migran, Sinta berpesan agar mereka menjadikan perjuangan orang tua sebagai motivasi untuk belajar lebih giat.

"Balaslah perjuangan orang tua dengan belajar sungguh-sungguh. Jadilah generasi yang lebih baik, lebih berpendidikan, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Sinta menyerahkan 50 paket olahan ikan kepada para santri sebagai bagian dari kampanye peningkatan konsumsi pangan bergizi dan percepatan penurunan stunting.

Usai mengunjungi pondok pesantren, Sinta meninjau Posyandu di Desa Lendang Nangka Utara. Ia meminta kader Posyandu memperkuat edukasi mengenai gizi keluarga, pola asuh anak, serta mendorong pertemuan rutin dengan para ibu sebagai ruang berbagi pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak.

Sinta juga mengingatkan bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama. Menurut dia, keterlibatan ayah sama pentingnya dengan peran ibu dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal. Ia turut mengimbau seluruh anggota keluarga tidak merokok di dalam rumah maupun di dekat anak karena paparan asap rokok dapat mengganggu kesehatan dan pertumbuhan mereka.

Sementara itu, Kepala Yayasan Darul Falah, Ustadz Awaludin, mengatakan yayasan tersebut dibangun untuk memberikan pendidikan dan pengasuhan bagi anak-anak pekerja migran, anak yatim piatu, anak terlantar, serta anak yang kehilangan pengasuhan orang tua akibat berbagai persoalan sosial.

Saat ini yayasan membina lebih dari 400 santri mulai tingkat TK, SD, SMP hingga rumah tahfiz. Sebanyak 107 santri menetap di asrama, sebagian besar merupakan anak pekerja migran dan anak yang diasuh kakek maupun nenek karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Selain menjalankan pendidikan formal dan tahfiz Al-Qur'an, yayasan juga aktif menggelar program sosial. Selama Ramadan tahun ini, Darul Falah menyalurkan sekitar 14 ton beras kepada masyarakat di sejumlah desa dengan dukungan donatur dari Singapura, Jerman, Inggris, dan Australia. Yayasan juga berencana membangun 14 unit MCK di sejumlah fasilitas umum untuk mendukung peningkatan sanitasi masyarakat.

"Kami menyadari fasilitas yang kami miliki masih sangat sederhana. Namun kami berkomitmen memberikan kasih sayang, pendidikan, dan pendampingan terbaik agar anak-anak tetap tumbuh menjadi generasi yang beriman, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik," kata Awaludin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....