Bangkit dari Sakit, Juara Puisi FLSN3N Ende Bagikan Kisah Perjuangannya

  • 03 Jul 2026 13:23 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende– Prestasi membanggakan diraih Krisantus Saverius Djago, siswa SMAK Syuradikara Ende, yang berhasil meraih Juara I Lomba Baca Puisi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLSN3N) tingkat SMA se-Kabupaten Ende. Di balik kemenangan itu, tersimpan kisah perjuangan melawan sakit hingga tetap tampil maksimal di atas panggung.

Kisah tersebut disampaikan Krisantus Saverius Djago, Juara I Lomba Baca Puisi FLSN3N tingkat SMA se-Kabupaten Ende, saat diwawancarai Pro 2 RRI Ende dalam program Sore Ceria: Generasi Prestasi pada hari Rabu 1 Juli 2026. Dalam perbincangan itu, ia menceritakan perjalanan mengikuti FLSN3N yang digelar pada Mei 2026 hingga mengantarkannya menjadi yang terbaik di antara peserta dari seluruh SMA se-Kabupaten Ende.

mengungkapkan, pada kompetisi tersebut ia membawakan dua puisi, yakni puisi wajib berjudul Jembatan dan satu puisi pilihan. Persiapan dilakukan dengan serius agar mampu menampilkan pembacaan puisi yang tidak hanya mengandalkan vokal, tetapi juga penghayatan dan ekspresi.

Ketertarikannya pada dunia sastra bermula ketika seorang kakak dari ekstrakurikuler sastra mengajaknya bergabung. Sejak itu, Krisantus mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan sastra di sekolah, termasuk perlombaan saat peringatan Bulan Bahasa yang menjadi titik awal tumbuhnya rasa percaya diri untuk tampil di depan umum.

Menurut Krisantus, membaca puisi bukan sekadar melafalkan rangkaian kata. Ia menilai seseorang perlu memiliki kecintaan terhadap sastra agar mampu memahami makna yang tersirat dalam setiap bait dan menyampaikan pesan puisi kepada pendengar dengan penuh penghayatan.

Perjalanan menuju juara ternyata tidak mudah. Ia mengaku sempat mengalami demam tinggi selama sepekan menjelang perlombaan hingga harus beristirahat dan tidak masuk sekolah. Setelah kondisinya membaik, ia langsung kembali berlatih dan keesokan harinya mengikuti lomba hingga berhasil meraih Juara I, ujarnya.

Ia menambahkan meski teman-teman sekolah tidak dapat hadir di lokasi perlombaan karena hanya peserta dan guru pendamping yang diperbolehkan masuk, dukungan tetap mengalir melalui doa dan pesan penyemangat. Menurut Krisantus, perhatian dari guru dan teman-temannya menjadi motivasi besar untuk tampil percaya diri di atas panggung.

Selain memiliki kemampuan membaca puisi, Krisantus juga menaruh minat pada dunia tarik suara dan pernah mengikuti ajang pencarian bakat. Ia bercita-cita menjadi pegawai bank, namun tetap ingin mengembangkan bakat di bidang seni melalui berbagai kompetisi yang dapat diikutinya di masa mendatang, katanya.

Saat ini Krisantus memilih fokus menyelesaikan pendidikan karena telah memasuki kelas XII. Namun, ia memastikan akan kembali mengikuti perlombaan jika ada kesempatan. Kisah yang dibagikannya dalam acara Pro 2 RRI Ende menjadi bukti bahwa bakat, ketekunan, dukungan lingkungan, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan generasi muda meraih prestasi di bidang sastra,katanya.

Ke depan, Ia berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya di bidang sastra dan seni, serta mampu mengharumkan nama daerah melalui berbagai ajang kompetisi, sekaligus tetap menyeimbangkan antara pendidikan dan minat bakat yang dimilikinya, tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....