Kuota LPG 3 Kg Dompu Turun 16 Persen, Pemkab Soroti Minimnya Data Penerima

  • 02 Jul 2026 15:14 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Kuota gas LPG 3 kilogram subsidi untuk Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada tahun 2026 mengalami penurunan cukup signifikan. Pemkab Dompu mencatat, alokasi yang diterima tahun ini jauh lebih kecil dibandingkan usulan kebutuhan maupun kuota tahun sebelumnya.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Dompu, Sukarno mengungkapkan, Pemkab Dompu, telah mengajukan kebutuhan LPG subsidi ke Pertamina untuk diteruskan ke Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas sebanyak 26.107 metrik ton.

Namun, dari jumlah yang diusulkan tersebut, alokasi yang disetujui pemerintah pusat hanya sebesar 5.495 ton.

“Jadi tidak sampai di jumlah kebutuhan yang kita ajukan. Itu faktanya. Setelah itu kami mencari tahu kenapa bisa sampai segitu,” ujarnya, Kamis, 2 Juli 2027.

Ia menyebutkan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, alokasi LPG subsidi untuk Dompu tahun 2026 turun sebesar 1.095 ton atau sekitar 16 persen.

“Ini jatuh bebas. Kalau dibandingkan tahun lalu, alokasi kita tahun ini jauh lebih kecil,” katanya.

Menurut Sukarno, salah satu penyebab utama turunnya kuota adalah minimnya data penerima yang tercatat dalam aplikasi Merchant Apps Pertamina (MAP) sebagai basis distribusi subsidi.

Dari total 87.752 rumah tangga yang diusulkan sebagai calon penerima, hanya 35.482 rumah tangga yang tercatat dalam sistem. Artinya, masih ada sekitar 50 ribu rumah tangga yang belum terinput.

Sementara untuk sektor UMKM, dari 23.142 data yang dikirim pemerintah daerah, hanya 1.231 UMKM yang tercatat dalam aplikasi.

“Logikanya, bagaimana pemerintah pusat mau mengirim barang subsidi kalau datanya cuma segitu. Ini barang subsidi, diawasi ketat, tidak mungkin didistribusikan tanpa data penerima yang jelas,” jelasnya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama antara pemerintah daerah, agen, pangkalan, pemerintah desa, hingga masyarakat agar mempercepat validasi dan input data penerima.

Sukarno meminta agen penyalur dan pangkalan lebih aktif mengarahkan masyarakat untuk menyerahkan data KTP secara bertahap agar cakupan penerima bisa terus bertambah.

“Mungkin minggu ini KTP yang satu masuk, minggu depan yang lain lagi. Jadi datanya semakin banyak. Ini perlu kerja sama kepala desa dan semua pihak supaya masyarakat paham,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi atas berkurangnya kuota reguler, Pemkab Dompu juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Pertamina untuk meminta tambahan penyaluran atau ekstra dropping.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Untuk bulan Juni, Dompu mendapatkan tambahan penyaluran sebanyak 13.521 tabung di luar kuota reguler.

“Saya sudah dua sampai tiga kali meminta ekstra dropping ke Pertamina, dan alhamdulillah sudah terealisasi sebanyak 13.521 tabung,” katanya.

Pemkab Dompu berharap, dengan pembenahan data penerima subsidi, alokasi LPG 3 kilogram untuk Dompu ke depan dapat kembali meningkat sesuai kebutuhan riil masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....