Festival Lamaholot 2026 Kembali Masuk KEN, Bupati Dorong UMKM Bangkit
- 02 Jul 2026 09:19 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Festival Lamaholot 2026 kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk tahun ketiga berturut-turut. Festival tersebut resmi dibuka Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq di Pantai Wulen Luo, Lewoleba, Rabu pagi, 1 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Petrus Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi kepada panitia, komunitas budaya, dan seluruh peserta yang telah mendukung penyelenggaraan festival. Menurutnya, kolaborasi tersebut mencerminkan kuatnya semangat persaudaraan masyarakat Lamaholot dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya.
Bupati berharap Festival Lamaholot tidak hanya menjadi agenda pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para penenun serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Festival Lamaholot diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para penenun dan pelaku UMKM, sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat Lamaholot," ujar Petrus Kanisius Tuaq.
Festival Lamaholot 2026 berlangsung pada 1 hingga 4 Juli 2026 dengan mengusung tema "Tue Taan Ago Lewo, Tane Taan Towe Tana" atau "Tenun untuk Kehidupan." Tema tersebut merefleksikan komitmen masyarakat Lamaholot dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis tenun tradisional.
Berbagai kegiatan digelar selama festival, di antaranya pameran tenun, karnaval budaya, pentas seni, peragaan busana tenun, dialog budaya, serta kunjungan ke desa wisata dan kampung adat. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Lembata sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Nusa Tenggara Timur.
Masuknya Festival Lamaholot dalam kalender Karisma Event Nusantara selama tiga tahun berturut-turut menjadi pengakuan terhadap potensi budaya Lembata sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan dan penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....