Wabup PPU: Sinergi Polri Jadi Fondasi Stabilitas Daerah Penyangga IKN

  • 01 Jul 2026 21:36 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Stabilitas keamanan menjadi salah satu prasyarat utama bagi keberhasilan pembangunan, terlebih bagi Kabupaten Penajam Paser Utara yang kini berperan sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam menjaga iklim yang aman dan kondusif.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Waris Muin, saat menghadiri Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolres Penajam Paser Utara, Rabu, 1 Juli 2026. Meski sempat diguyur hujan, rangkaian peringatan tetap berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda serta berbagai elemen masyarakat.

Abdul Waris menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polres Penajam Paser Utara atas dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, situasi yang kondusif selama ini tidak terlepas dari kerja keras aparat kepolisian yang terus hadir di tengah masyarakat.

"Kami menyadari bahwa menjaga keamanan bukanlah tugas yang ringan. Di balik situasi daerah yang aman dan kondusif, terdapat kerja keras, kesiapsiagaan, serta pengorbanan yang dilakukan oleh para anggota Polri," ujarnya.

Ia menilai kolaborasi yang terjalin antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Forkopimda, serta masyarakat menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah. Kondisi keamanan yang terjaga memungkinkan berbagai program pembangunan berjalan lebih efektif dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Upacara dipimpin Kapolres Penajam Paser Utara, AKBP Andreas Alek Danantara, selaku inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai kekuatan utama institusi Polri.

Presiden juga mengingatkan agar Polri terus hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu, serta meningkatkan profesionalisme melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Selain itu, Presiden meminta Polri memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, hingga berbagai unsur masyarakat lainnya. Menurutnya, tantangan keamanan tidak dapat dihadapi sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

Bagi Kabupaten Penajam Paser Utara yang menjadi pintu gerbang IKN, pesan tersebut dinilai semakin relevan. Pembangunan kawasan ibu kota baru akan diikuti meningkatnya mobilitas penduduk, investasi, serta aktivitas ekonomi yang memerlukan dukungan keamanan yang adaptif dan profesional.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 kemudian ditutup dengan syukuran dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar sebelumnya. Momentum tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....