Muhammadiyah Bangun Boarding School di Sepaku, Siapkan SDM Unggul Menyongsong IKN

  • 01 Jul 2026 17:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya membutuhkan infrastruktur modern, tetapi juga sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur memulai pembangunan SMA Muhammadiyah Boarding School Sepaku sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus di kawasan penyangga ibu kota negara.

Komitmen itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan SMA Muhammadiyah Boarding School di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa, 30 Juni 2026. Sekolah berasrama tersebut dirancang tidak hanya menjadi lembaga pendidikan formal, tetapi juga pusat kaderisasi yang mengintegrasikan pendidikan keislaman, ilmu pengetahuan, kepemimpinan, serta pengembangan potensi daerah.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepaku, Paimin, mengatakan kehadiran sekolah tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan pendidikan berkualitas di kawasan yang berkembang pesat seiring pembangunan IKN. Menurutnya, pembangunan manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik agar kawasan ibu kota baru memiliki fondasi sosial yang kuat.

"Kami ingin melahirkan kader umat yang memiliki pemahaman agama yang kuat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat. Inilah bentuk dakwah Muhammadiyah melalui pendidikan," ujarnya.

Berbeda dengan sekolah umum pada umumnya, SMA Muhammadiyah Boarding School Sepaku juga akan memberi perhatian pada pengembangan sektor pertanian dalam arti luas. Pilihan itu dinilai relevan dengan karakter wilayah Sepaku yang masih memiliki potensi besar di sektor pertanian dan ketahanan pangan, sekaligus menjadi bekal bagi peserta didik untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah di masa depan.

Ketua PWM Kalimantan Timur KH. M. Jafron menegaskan pendidikan Muhammadiyah sejak awal dibangun di atas gagasan pembaruan yang memadukan ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Konsep tersebut, kata dia, tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman, termasuk ketika Kalimantan Timur memasuki era IKN.

"KH Ahmad Dahlan telah mengajarkan bahwa agama dan ilmu pengetahuan tidak boleh dipertentangkan. Pendidikan Muhammadiyah harus mampu melahirkan insan yang bertauhid, berakhlak mulia, sekaligus menguasai ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat," katanya.

Menurut Jafron, pembangunan sekolah tidak berhenti pada berdirinya gedung, tetapi harus diikuti dengan penguatan kualitas pengelolaan dan kolaborasi seluruh unsur Persyarikatan. Ia mengajak warga Muhammadiyah bersama-sama membesarkan sekolah tersebut agar mampu menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan di Kalimantan Timur.

Pembangunan SMA Muhammadiyah Boarding School Sepaku juga mencerminkan semakin besarnya peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pembangunan IKN. Jika pemerintah fokus membangun kawasan fisik dan infrastruktur, maka lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab membangun kualitas manusianya. Peran tersebut dinilai penting agar pertumbuhan kawasan ibu kota baru berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.

Dukungan terhadap pembangunan sekolah itu juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Balikpapan dan Penajam Paser Utara, Winarno, menyatakan sekolah baru tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki keunggulan yang membedakannya dari sekolah lain.

Sementara itu, Camat Sepaku Supandi menilai kehadiran Muhammadiyah semakin memperkuat ekosistem pendidikan di wilayah yang kini menjadi pusat pembangunan nasional. Menurutnya, investasi terbesar bagi daerah bukan hanya pembangunan jalan atau gedung, melainkan peningkatan kualitas generasi muda.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur H. M. Darlis Pattalongi. Ia menilai pendidikan tetap menjadi investasi paling penting dalam membangun bangsa, terlebih di tengah tantangan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.

Pembangunan SMA Muhammadiyah Boarding School Sepaku merupakan Program Bantuan Pemerintah Unit Sekolah Baru (USB) jenjang SMA Tahun Anggaran 2026 yang didanai APBN senilai Rp8,35 miliar. Fasilitas yang akan dibangun meliputi ruang kelas, laboratorium STEM, laboratorium IPA, perpustakaan, ruang ibadah, ruang kesehatan, ruang bimbingan konseling, kantin, hingga sarana penunjang lainnya.

Dengan hadirnya sekolah berasrama tersebut, Muhammadiyah berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki daya saing akademik, tetapi juga karakter kepemimpinan, nilai-nilai keislaman, dan kepedulian terhadap masyarakat. Di tengah transformasi Kalimantan Timur sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia, pembangunan manusia melalui pendidikan dinilai menjadi fondasi utama untuk memastikan manfaat IKN dapat dirasakan oleh generasi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....