Ratusan Pelaku UMKM dan KWT di NTB Didorong Tingkatkan Mutu Produk Pangan
- 30 Jun 2026 18:51 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah- Penerapan standar keamanan pangan menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing produk usaha mikro dan kelompok tani di tengah semakin tingginya tuntutan konsumen terhadap kualitas pangan olahan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram memberikan pembekalan kepada ratusan pelaku Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Tengah.
Kegiatan berlangsung dalam Bimbingan Teknis Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) yang diselenggarakan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat di Amphiteater Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Pariwisata Lombok, Jonggat, Kamis 25 Juni 2026.
Sebanyak 235 peserta yang terdiri atas KWT, pelaku UMKM, penyuluh pertanian, pendamping desa, petani, serta berbagai pemangku kepentingan mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas produk berbasis potensi lokal.
Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, S.Si., Apt., menyampaikan materi mengenai standar mutu dan keamanan pangan bagi UMKM. Ia menekankan bahwa setiap tahapan produksi harus memenuhi prinsip keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, penyimpanan hingga distribusi kepada konsumen.
Selain proses produksi, peserta juga dibekali pemahaman mengenai penerapan higiene dan sanitasi, ketentuan pelabelan pangan olahan, serta pentingnya memenuhi aspek legalitas dan perizinan usaha.
Menurut Yogi, kelompok wanita tani dan UMKM memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas produk harus menjadi perhatian utama agar mampu bersaing di pasar.
"Pemahaman terhadap standar mutu dan keamanan pangan menjadi sangat penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memenuhi aspek keamanan dan kualitas yang dipersyaratkan," ujarnya.
Ia menjelaskan, penerapan standar keamanan pangan tidak hanya melindungi kesehatan konsumen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi pelaku usaha untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan nilai jual produk.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari penerapan sanitasi, teknik pengolahan yang baik, hingga proses memperoleh izin edar dan legalitas produk, menjadi topik diskusi yang mendapat perhatian.
Melalui pembinaan tersebut, BBPOM di Mataram berharap para pelaku usaha mampu menerapkan praktik produksi pangan yang baik secara berkelanjutan sehingga menghasilkan produk yang aman, berkualitas, serta memiliki daya saing lebih tinggi di pasar regional maupun nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....