Berau Siapkan Kawasan Industri Sampah, Sambaliung Jadi Pusat Ekonomi Sirkular

  • 30 Jun 2026 20:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau - Pemerintah Kabupaten Berau mulai mempersiapkan langkah besar dalam penanganan persoalan sampah dengan merancang pembangunan Kawasan Industri Sampah Sirkular (KISS). Proyek tersebut diproyeksikan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan limbah, tetapi juga membuka ruang tumbuhnya industri baru berbasis ekonomi hijau di daerah.

Rencana tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Berau Circular Future 2045: Dari Sampah Menjadi Industri Baru Daerah" yang digelar di Ballroom Hotel Mercure, Tanjung Redeb. Forum ini menjadi tahapan awal penyusunan konsep kawasan industri yang direncanakan dibangun di Kecamatan Sambaliung.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Berau, Slamet Riyadi, mengatakan pembangunan kawasan industri tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Berau setelah melakukan studi terhadap sejumlah daerah yang telah berhasil mengembangkan sistem ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah.

Menurutnya, selama ini sampah lebih sering dipandang sebagai persoalan lingkungan yang membutuhkan biaya besar untuk ditangani. Padahal, apabila dikelola dengan pendekatan industri, limbah justru memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk.

"Kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan semata-mata limbah yang harus dibuang. Jika dikelola dengan benar, sampah justru memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bahan baku industri," ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep KISS tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat pengolahan berbagai jenis limbah menjadi produk yang memiliki nilai jual sehingga mampu menciptakan siklus ekonomi baru.

Melalui pendekatan tersebut, sampah rumah tangga, sampah plastik, hingga limbah organik diharapkan dapat diolah kembali menjadi berbagai produk yang memiliki manfaat ekonomi.

Slamet mengatakan keberhasilan program ini membutuhkan perencanaan matang karena melibatkan berbagai sektor. Oleh sebab itu, forum diskusi menjadi wadah menyamakan persepsi seluruh pihak sebelum memasuki tahapan implementasi.

Pemerintah daerah juga menggandeng PT Bumi Sanggam Indonesia dan PT Jono Enviro Indonesia sebagai mitra strategis dalam penyusunan konsep maupun pengembangan kawasan industri tersebut.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama yang menjadi dasar sinergi antara pemerintah dan pihak swasta dalam mewujudkan proyek tersebut.

Menurut Slamet, pemerintah berharap kawasan industri sampah nantinya mampu menjadi model baru pengelolaan limbah di Berau sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

"Harapan kami, kawasan ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah," katanya.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Kawasan Industri Sampah Sirkular akan menjadi salah satu proyek strategis yang mengintegrasikan aspek lingkungan, investasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu ekosistem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....