Duta Rupiah Ajak Gen Z Bijak Kelola Keuangan

  • 30 Jun 2026 18:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Perilaku konsumtif akibat fenomena fear of missing out (FOMO) dinilai semakin memengaruhi cara generasi muda mengelola keuangan. Kondisi tersebut mendorong perlunya edukasi literasi keuangan agar anak muda mampu membedakan kebutuhan dan keinginan sejak dini.

Meningkatnya tren belanja mengikuti gaya hidup dan media sosial membuat banyak generasi muda kesulitan menyisihkan pendapatan untuk tabungan maupun investasi. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut berpotensi melemahkan ketahanan finansial, terutama ketika menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Duta Rupiah Flobamora 2026, Bella Amu, menilai perubahan pola pikir menjadi langkah awal membangun kebiasaan finansial yang sehat. Menurutnya, generasi muda tidak harus mengikuti setiap tren yang berkembang hanya demi pengakuan sosial, melainkan perlu lebih bijak menentukan prioritas pengeluaran.

Dalam Obrolan Generasi Prestasi, Selasa, 23 Juni 2026, Bella mengatakan banyak anak muda terjebak membelanjakan uang karena keinginan, bukan kebutuhan. Ia mengajak generasi muda mengubah pola pikir dari FOMO menjadi JOMO (Joy of Missing Out). "Tidak semua tren harus diikuti. Saat kita bisa mengendalikan keinginan, kita justru memperoleh kepuasan karena mampu mengelola keuangan dengan lebih baik," ujarnya.

Bella menjelaskan salah satu prinsip yang terus disosialisasikan melalui edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah adalah membelanjakan uang secara bijak. Masyarakat diharapkan membiasakan diri membeli sesuatu berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar dorongan tren yang bersifat sementara.

Selain mengendalikan perilaku konsumtif, ia juga mendorong generasi muda mulai membangun kebiasaan menabung sejak menerima penghasilan atau uang saku. Menurutnya, menyisihkan uang di awal akan lebih efektif dibanding menunggu sisa pengeluaran di akhir bulan yang sering kali tidak tersisa.

Upaya meningkatkan literasi keuangan dinilai penting karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di masa depan. Generasi muda yang mampu mengelola keuangan secara disiplin akan lebih siap menghadapi kondisi ekonomi yang berubah, sekaligus memiliki peluang lebih besar membangun kemandirian finansial melalui tabungan maupun investasi.

Bella berharap edukasi literasi keuangan terus menjangkau sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas sehingga semakin banyak anak muda memahami pentingnya mengelola uang secara bertanggung jawab. Langkah tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga lebih bijak dalam mengambil keputusan ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....