Bhattara Saptaprabhu Serukan Pelestarian Purbakala di Jember

  • 30 Jun 2026 10:52 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember: Pelestarian benda-benda purbakala dan warisan budaya di Kabupaten Jember terus menjadi perhatian Forum Komunitas (Forkom) Bhattara Saptaprabhu Jember. Menurut komunitas tersebut, Jember memiliki kekayaan tinggalan arkeologis yang merekam perjalanan panjang peradaban, mulai dari situs megalitik, artefak batu, hingga berbagai peninggalan bersejarah lainnya. Warisan tersebut dinilai sebagai aset budaya yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, sekaligus memperkuat identitas masyarakat. Semangat pelestarian itu kembali mengemuka setelah peringatan Hari Purbakala pada 14 Juni 2026, yang menjadi pengingat akan pentingnya menjaga jejak peradaban bangsa.

Forkom Bhattara Saptaprabhu Jember secara konsisten mengampanyekan pelestarian warisan purbakala melalui berbagai kegiatan edukasi, diskusi, dan penelusuran sejarah lokal. Upaya tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa benda-benda purbakala bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber pengetahuan yang mampu menjelaskan perjalanan peradaban sekaligus menjadi bekal dalam membangun masa depan yang lebih berbudaya. Salah satu kegiatannya di bulan Juni 2026 adalah melaksanakan Ekspedisi Situs Arkeologis di kawasan selatan Kabupaten Jember.

Koordinator Forkom Bhattara Saptaprabhu, penulis buku sejarah sekaligus pemerhati sejarah, Zainollah Ahmad, kepada RRI menegaskan bahwa Hari Purbakala seharusnya dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, peringatan tersebut merupakan momentum untuk mengingat kembali pentingnya menjaga napas sejarah dan budaya bangsa di tengah derasnya arus modernisasi. Ia mengajak masyarakat menjadikan sejarah sebagai pijakan dalam membangun karakter bangsa yang lebih arif dan berkeadaban.

"Seharusnya, peringatan Hari Purbakala bukanlah sekadar selebrasi, melainkan pengingat luhur untuk terus menjaga napas sejarah dan budaya bangsa. Mengingat sejarah masa lalu adalah pintu gerbang untuk membangun masa depan yang lebih arif. Mari bersama merawat warisan peradaban dan melestarikan memori kolektif untuk generasi mendatang," ujarnya, 29 Juni 2026.

Ia berharap semangat tersebut mampu mendorong pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk semakin aktif melindungi serta melestarikan cagar budaya, sehingga warisan leluhur tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....