Lulusan Anak Berkebutuhan Khusus Mampu Berkarya hingga Dunia Kerja
- 30 Jun 2026 15:25 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja apabila mendapatkan pendampingan yang tepat sejak dini. Hal tersebut disampaikan Pendiri Homeschooling Bintang Harapan Bandung, Prihatini, dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Sabtu, 13 Juni 2026, di Batam.
Dalam pemaparannya, Prihatini membagikan berbagai pengalaman mendampingi anak berkebutuhan khusus selama mengembangkan Homeschooling Bintang Harapan sejak 2008. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang berbeda sehingga proses pendidikan harus berfokus pada kekuatan yang dimiliki, bukan pada keterbatasannya.
Ia menceritakan sejumlah alumninya yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi hingga bekerja sesuai bidang yang diminati. Ada siswa dengan kesulitan berhitung yang akhirnya sukses berkarier di bidang desain komunikasi visual, siswa tunarungu yang menjadi mahasiswa seni dan mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang, hingga lulusan dengan gangguan bicara yang kini membuka kursus musik sendiri.
"Semua anak bisa asalkan ada pasukan. Yang membuat anak-anak menjadi berhasil itu perlu pasukan. Bukan hanya orang tua, bukan hanya guru, tetapi semua yang mau berjuang bersama anak," ujar Prihatini.
Menurutnya, keberhasilan anak berkebutuhan khusus tidak terlepas dari kolaborasi antara keluarga, guru, terapis, dan lingkungan sekitar. Dukungan tersebut menjadi modal penting agar anak percaya diri dalam mengembangkan bakat yang dimilikinya serta mampu menghadapi tantangan di lingkungan sosial.
Prihatini juga mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan mulai membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas maupun anak berkebutuhan khusus. Selain itu, berbagai perguruan tinggi juga semakin terbuka menerima mahasiswa dengan kebutuhan khusus sesuai kemampuan dan bidang yang dipilih.
Ia menekankan bahwa orang tua tidak perlu ragu mendorong anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi apabila memang memiliki kesiapan. Menurutnya, target pendidikan tidak harus sama dengan anak lain, tetapi harus disesuaikan dengan potensi dan minat masing-masing.
"Mulailah dari kekuatan, bukan kelemahan. Lihat apa yang menjadi potensi anak kita, lalu kembangkan itu," kata Prihatini.
Melalui berbagai kisah alumninya, Prihatini berharap masyarakat semakin yakin bahwa anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi, mandiri, dan berkontribusi di tengah masyarakat apabila memperoleh kesempatan belajar yang tepat. Ia menilai keberhasilan setiap anak tidak selalu diukur dari nilai akademik, melainkan dari kemampuannya menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....