Pesparawi Nasional XIV Putar Ekonomi Papua Barat, Didukung Anggaran Rp65,3 Miliar

  • 30 Jun 2026 06:10 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Papua Barat tidak hanya menjadi ajang pembinaan musik gerejawi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kegiatan yang diikuti 6.182 peserta dari 38 provinsi itu didukung anggaran sebesar Rp65,3 miliar.

Ketua Harian Pesparawi Nasional XIV, Yacob S. Fonataba, mengatakan seluruh anggaran tersebut digunakan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang nasional tersebut.

"Seluruh dukungan anggaran tersebut digunakan untuk menyukseskan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat," ujarnya.

Ia menjelaskan total anggaran Rp65,3 miliar berasal dari dukungan Kementerian Agama RI sebesar Rp29,3 miliar dan hibah Pemerintah Provinsi Papua Barat. Dana hibah daerah disalurkan secara bertahap, yakni Rp5 miliar pada 2024, Rp10 miliar pada 2025, dan Rp26 miliar pada 2026.

Yacob menambahkan, Pesparawi Nasional XIV merupakan wadah kesaksian dan partisipasi umat Kristen dalam pembangunan nasional, terutama melalui penguatan nilai-nilai spiritual, kreativitas seni budaya, peningkatan mutu ibadah, serta pelestarian budaya bangsa melalui musik gerejawi.

"Pesparawi bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kreativitas seni budaya, meningkatkan kualitas ibadah, serta melestarikan budaya bangsa melalui musik gerejawi," tambahnya.

Pesparawi Nasional XIV mempertandingkan 12 kategori lomba yang diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Kategori vokal grup dan musik pop gerejawi diikuti 28 provinsi, solo anak 36 provinsi, solo remaja putri 34 provinsi, serta solo remaja putra 32 provinsi.

Selain sukses dari sisi penyelenggaraan, kegiatan ini juga berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Berdasarkan survei panitia, terjadi kenaikan signifikan dalam perputaran transaksi keuangan selama pelaksanaan Pesparawi.

Peningkatan tersebut dirasakan oleh pelaku UMKM, pengrajin Orang Asli Papua (OAP), pelaku industri kreatif, sektor pariwisata, hingga destinasi wisata religi di Pulau Mansinam. Dampak serupa juga dinikmati penyedia jasa transportasi, seperti kendaraan sewa, travel, operator perahu penyeberangan, jasa katering, pedagang makanan dan minuman, serta pelaku usaha toko dan kafe di Manokwari.

Dengan dampak yang ditimbulkan, Pesparawi Nasional XIV dinilai tidak hanya memperkuat kehidupan rohani umat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal di Papua Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....