Lomba CINTA Batik Dorong Tiap Kecamatan Kembangkan Motif Khas
- 30 Jun 2026 01:57 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pemkab Jember terus mendorong pelestarian batik sekaligus pengembangan ekonomi kreatif melalui lahirnya motif-motif batik yang mengangkat potensi lokal di setiap kecamatan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba CINTA (Ciptakan Inovasi dan Tingkatkan Apresiasi) Batik Jember 2026 yang diikuti 31 kecamatan, di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (29/6/2026).
Masing-masing peserta menampilkan karya batik yang terinspirasi dari kekayaan alam, budaya, sejarah, hingga destinasi wisata di wilayahnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, mengatakan setiap kecamatan memiliki karakter dan potensi yang dapat diangkat menjadi identitas batik.
“Kalau bukan kita yang memperkenalkan potensi daerah kita sendiri, lalu siapa lagi. Setiap kecamatan memiliki keunikan yang bisa menjadi identitas batik sehingga masyarakat semakin mengenal kekayaan yang dimiliki Jember,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Tapi juga mendorong kader PKK bersama pemerintah kecamatan untuk terus menggali potensi daerah dan mengembangkannya menjadi produk batik yang memiliki nilai jual.
“Saya berharap ini bukan hanya untuk mengejar juara. Yang lebih penting, ibu-ibu PKK dan pemerintah kecamatan bersemangat turun ke lapangan untuk menggali potensi wilayahnya masing-masing,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, menilai batik tidak hanya menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan. Tapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, berkembangnya industri batik di tingkat kecamatan akan membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong lahirnya inovasi motif batik khas Jember yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Batik adalah warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia. Selain melestarikan, kita juga harus mengembangkan agar semakin dicintai masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, dewan juri menetapkan Kecamatan Sukowono sebagai juara pertama, disusul Kecamatan Kaliwates di posisi kedua dan Kecamatan Sumberjambe di posisi ketiga.
Sementara kategori Harapan diraih Kecamatan Ambulu, Sukorambi, dan Bangsalsari.
Pemkab Jember berharap lahir semakin banyak motif batik khas dari berbagai kecamatan sehingga tidak hanya memperkuat identitas budaya daerah.
Tapi juga mendukung pertumbuhan UMKM dan industri kreatif di Kabupaten Jember.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....