Pesparawi Nasional XIV Ubah Cara Pandang Peserta terhadap Papua
- 30 Jun 2026 06:15 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Di balik kemeriahan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, tersimpan kisah-kisah hangat yang mengubah cara pandang para peserta terhadap Tanah Papua. Kecemasan yang sempat menyelimuti sebelum keberangkatan, perlahan berganti menjadi kekaguman akan keramahan masyarakat dan kekayaan budaya yang mereka temui selama berada di Kota Injil.
Banyak peserta mengaku sempat dihantui berbagai stigma tentang Papua. Sebelum pesawat mendarat di Bandara Rendani, bayangan mengenai daerah yang mencekam, penuh ketidakpastian, hingga rasa khawatir dari keluarga di kampung halaman masih membekas di benak mereka.
Namun semua kekhawatiran itu sirna sesaat setelah menginjakkan kaki di Manokwari. Sambutan hangat para relawan dan masyarakat dengan senyum, jabat tangan, serta sapaan "Selamat datang saudaraku" menjadi pengalaman pertama yang menghapus prasangka tersebut.
"Begitu turun dari pesawat, semua rasa takut hilang. Kami disambut dengan senyum yang tulus dan merasa seperti keluarga sendiri. Papua ternyata begitu damai dan penuh kasih," ujar Lidya salah satu peserta dari Sumatera Utara.
Di sela-sela rangkaian lomba, para peserta juga menikmati pengalaman yang tak terlupakan saat mengenal berbagai kearifan lokal Papua. Salah satunya adalah mencoba daun gatal yang dipercaya masyarakat setempat mampu meredakan pegal setelah aktivitas padat.
Meski sempat merasakan sensasi perih dan bentol di kulit, banyak peserta justru terkejut karena beberapa saat kemudian rasa lelah berangsur hilang. Pengalaman itu menjadi cerita menarik yang dibawa pulang bersama berbagai oleh-oleh khas Papua.
Selain itu, kawasan pameran di Plaza Universitas Papua (Unipa) juga menjadi destinasi favorit. Beragam produk lokal seperti noken, minyak lintah Papua, hingga daun bungkus menarik perhatian peserta. Suasana penuh canda dan tawa pun mewarnai setiap kunjungan ke stan-stan pameran.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi paduan suara gerejawi, Pesparawi Nasional XIV menghadirkan ruang perjumpaan antardaerah yang mempererat persaudaraan. Para peserta tidak hanya membawa pulang cendera mata, tetapi juga pengalaman baru tentang wajah Papua yang damai, ramah, dan terbuka.
"Kami pulang bukan hanya membawa oleh-oleh, tetapi juga cerita untuk keluarga di rumah bahwa Papua yang kami temui adalah Papua yang indah, aman, dan masyarakatnya sangat menerima siapa pun yang datang," kata Vino asal Kalimantan Timur kepada RRI dengan penuh haru.
Pesparawi Nasional XIV memang telah berakhir. Namun, gema kebersamaan yang tercipta selama pelaksanaan kegiatan akan terus hidup melalui cerita para peserta yang kini menjadi saksi bahwa Papua bukan sekadar tempat penyelenggaraan lomba, melainkan rumah persaudaraan yang meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang datang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....