Panitia Pesparawi Nasional XIV Beri Penghargaan bagi Kontingen yang Gagal Hadir

  • 30 Jun 2026 06:18 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari — Penutupan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Papua Barat tidak hanya diwarnai sukacita para pemenang, tetapi juga menjadi momentum penghormatan bagi kontingen yang gagal mengikuti perlombaan karena kendala transportasi.

Ketua Harian Pesparawi Nasional XIV Papua Barat, Jacob Fonataba, pada Minggu 28 Juni 2026 mengatakan, panitia turut merasakan perjuangan tiga kontingen yang telah mempersiapkan diri selama bertahun-tahun, namun akhirnya tidak dapat tiba di Manokwari akibat persoalan akses transportasi.

"Di tengah-tengah kebahagiaan dan kemeriahan lomba berbagai kategori seni suara ini, kami ingin mengungkapkan rasa solidaritas yang mendalam terhadap saudara-saudara kita yang berhalangan hadir karena kendala luar biasa," ujarnya.

Jacob menjelaskan, tiga kontingen yang batal mengikuti Pesparawi Nasional XIV yakni Provinsi Kepulauan Riau untuk kategori Paduan Suara Wanita Dewasa, Provinsi Jawa Tengah pada kategori Paduan Suara Remaja Pemuda, serta Provinsi Papua Tengah pada kategori Paduan Suara Anak Musik Gereja Nusantara (MGN).

Menurutnya, kontingen Kepulauan Riau sempat tertahan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sambil menunggu kepastian penerbangan menuju Papua Barat. Sementara kontingen Jawa Tengah yang telah menjalani persiapan lebih dari dua tahun dan Papua Tengah juga gagal berangkat akibat keterbatasan akses transportasi.

Jacob menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan geografis Indonesia masih memerlukan perhatian serius, terutama dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan berskala nasional.

"Panitia sangat peduli dengan kelompok-kelompok yang tidak bisa datang ini. Kami sudah berkomitmen untuk berkoordinasi langsung dengan pengurus pusat agar tetap memberikan apresiasi dan penghargaan resmi atas dedikasi serta persiapan matang yang telah mereka lakukan di daerah masing-masing," tambahnya.

Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para peserta, panitia menyatakan akan berkoordinasi dengan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) tingkat nasional, agar kontingen yang batal hadir tetap memperoleh penghargaan atas komitmen dan kerja keras mereka.

Langkah tersebut menjadi simbol, bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan dalam Pesparawi ini, tidak hanya diukur dari kehadiran di arena lomba, tetapi juga dari penghargaan terhadap setiap usaha dan pengorbanan yang telah dilakukan seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....