HUT Bhayangkara, Air Mata Haru di Balik Bedah Rumah Rutilahu di Majalengka

  • 29 Jun 2026 15:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka – Di sebuah sudut sederhana di Blok Kenanga, Desa Panyingkiran, harapan itu akhirnya datang. Di tengah keterbatasan hidup yang dijalani puluhan tahun, M. Ahmad Aripin, tak lagi hanya memandang langit dari rumah rapuhnya.

Kini, secercah harapan berdiri kokoh, dibangun dari kepedulian dan kemanusiaan. Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Majalengka Polda Jawa Barat menghadirkan aksi nyata melalui program bakti sosial bedah rumah tidak layak huni (rutilahu), Senin, 29 Juni 2026.

Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan kembali martabat hidup bagi mereka yang selama ini terpinggirkan. Ahmad Aripin, seorang buruh tani yang menggantungkan hidup dari hasil kebun, selama ini tinggal bersama istri dan dua anaknya dalam kondisi rumah yang jauh dari kata layak.

Di balik kehidupan sederhana itu, tersimpan kisah keluarga yang penuh perjuangan termasuk sang kakak, Abdul Ojat, yang hidup sebatang kara di kawasan Kebon Jambu. Namun kini, perubahan itu nyata.

Rumah yang tengah dibangun tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat berteduh fisik bagi penghuninya. Lebih dari itu, bangunan ini juga menjadi simbol dari kebersamaan keluarga yang kini kembali dirajut erat.

Dengan penuh haru, Ahmad Aripin menyatakan kesiapannya untuk merawat sang kakak agar dapat tinggal bersama di rumah baru yang lebih aman dan nyaman. Di balik pembangunan itu, hadir tangan-tangan kepedulian dari jajaran Polres Majalengka.

Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. "Melalui momentum HUT Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata. Bedah rumah ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk kepedulian dan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan," ucapnya menegaskan.

Lebih dari sekadar program sosial, kegiatan ini menjadi refleksi dari semangat besar "Polri untuk Masyarakat". Di tengah tugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polri hadir menyentuh sisi kemanusiaan menjangkau mereka yang membutuhkan uluran tangan.

Bagi keluarga Ahmad Aripin, rumah ini bukan hanya bangunan. Ia adalah harapan baru, tempat pulang yang lebih layak, dan simbol bahwa mereka tidak sendiri.

Kapolres berharap kegiatan serupa dapat terus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Di usia ke-80 Bhayangkara, Polri membuktikan bahwa pengabdian bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang menghadirkan harapan di rumah-rumah sederhana, di hati masarakat yang membutuhkan. Dan di Majalengka, harapan itu kini berdiri tegak menjadi rumah, menjadi cerita, menjadi bukti bahwa kepedulian masih hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....