Bupati Manggarai Ajak Kaum Muda Perkuat Aksi Nyata Hadapi Perubahan Iklim
- 29 Jun 2026 09:19 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit mengajak generasi muda mengambil peran aktif dalam menghadapi perubahan iklim melalui aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Advokasi dan Kampanye Aksi Iklim Kaum Muda di Hotel Revayah, Ruteng, Rabu, 25 Juni 2026.
Pelatihan bertema "Inisiatif Kaum Muda untuk Atasi Iklim yang Responsif dan Melibatkan Partisipasi Kelompok Marjinal" itu bertujuan memperkuat kapasitas generasi muda dan komunitas lokal dalam mengembangkan advokasi lingkungan sekaligus meningkatkan keterlibatan kelompok rentan dalam aksi perubahan iklim.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, perwakilan Yayasan Plan International Indonesia, IKI Small Grants Project, pemerintah daerah, serta komunitas penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit mengapresiasi Yayasan Plan International Indonesia, IKI Small Grants Project, dan para donor dari Jerman yang telah mendukung pelaksanaan program di Kabupaten Manggarai.
"Kita tahu masalah dan tahu solusinya, tetapi kadang kita tidak tahu cara mengatasinya. Karena itu, kita membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk bersama-sama menghadapi persoalan perubahan iklim ini," ujarnya.
Menurut Hery, isu perubahan iklim tidak cukup dibahas dalam seminar atau diskusi semata, tetapi membutuhkan keterlibatan langsung masyarakat, khususnya kaum muda, melalui aksi nyata di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya langkah adaptasi terhadap perubahan iklim, termasuk menjaga keberlanjutan sumber air melalui penanaman vegetasi yang mampu mempertahankan cadangan air tanah serta memperkuat ketahanan lingkungan.
"Saya berharap pendampingan dari Plan Indonesia terus berjalan dengan mengedepankan kolaborasi yang baik sehingga program seperti ini dapat berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Project Manager IKI Small Grants Project, Maulinna Utaminingsih, menjelaskan pelatihan diikuti 25 penerima dana hibah penggerak muda dan 15 komunitas di Kabupaten Manggarai.
Menurutnya, peserta dibekali kemampuan menyusun strategi advokasi, kampanye melalui media sosial, serta mendorong keterlibatan kaum muda dalam proses perencanaan pembangunan desa melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
Komunitas yang mengikuti program bergerak di berbagai bidang, mulai dari pertanian ramah iklim, konservasi hutan, pelestarian mata air, penanaman mangrove, hingga pengembangan alat peringatan banjir yang ramah bagi penyandang disabilitas.
"Melalui program ini mereka belajar administrasi, implementasi program, pelibatan masyarakat, hingga pengelolaan dana secara akuntabel. Bekal tersebut diharapkan membuka peluang memperoleh pendanaan yang lebih besar pada masa mendatang," ujar Maulinna.
Apresiasi juga disampaikan perwakilan komunitas penyandang disabilitas netra, Yayan dan Anjelin. Mereka menilai pelatihan tersebut memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk terlibat aktif dalam gerakan aksi iklim.
Saat ini komunitas mereka mengembangkan pertanian berbasis pupuk organik sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim. Sebanyak 300 kilogram pupuk kompos telah berhasil diproduksi dan akan dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hortikultura.
Sementara itu, salah seorang penggerak muda dari Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Mayos, mengatakan pelatihan tersebut memperkuat kapasitas komunitasnya dalam mengembangkan program konservasi mata air di Kampung Lempe.
Menurutnya, penguatan kemampuan advokasi dan kampanye akan mendukung keberlanjutan program pelestarian lingkungan yang telah mendapat dukungan masyarakat setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....