Pameran Temporer Museum Aceh Tampilkan Koin Emas Kesultanan Aceh Darussalam

  • 30 Jun 2026 22:42 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh- UPTD Museum Aceh menampilkan berbagai keping koleksi uang kuno sebanyak 56 koin emas atau deureuham, hal Ini merupakan salah satu bukti kemajuan ekonomi Kesultanan Aceh Darussalam tempo dulu.

Mata uang ini digunakan dalam berbagai aktivitas perdagangan yang menghubungkan Aceh dengan kawasan Nusantara, Asia Selatan, Timur Tengah, hingga dunia Islam pada abad ke-16 dan ke-17. Peredaran koin emas menunjukkan bahwa Aceh telah memiliki sistem moneter yang berkembang serta didukung oleh jaringan perdagangan internasional yang luas.

Kepala Museum Aceh, Arif Arham Minggu 28 Juni 2026 mengatakan di lantai 2 Pameran Temporer, pada Museum Aceh terdapat berbagai koleksi koin - koin emas yang mencerminkan tingginya keterampilan para pengrajin logam Aceh,pada masa tempoe dulu masa kesultanan Aceh, yang tersimpan rapi koleksi di museum aceh, sehingga pengunjung bisa melihat langsung temporer benda benda peningalan sejarah aceh.

" Kawasan Gampong Pande di Banda Aceh dikenal sebagai salah satu pusat kerajinan logam dan diduga memiliki peran penting dalam produksi berbagai benda bernilai tinggi pada masa kesultanan. Penemuan ratusan koin emas di kawasan ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan kerajinan Kerajaan Aceh Darussalam", tuturnya.

Koin-koin tersebut umumnya memuat kaligrafi Arab yang mencantumkan nama sultan dan gelar pemerintahannya. Dari hasil penelitian terhadap temuan koin emas di Gampong Pande, diketahui bahwa beberapa di antaranya berasal dari masa pemerintahan Sultan Salah ad-Din, Sultan Ala ad-Din Riayat Syah al-Qahar, dan sultan-sultan Aceh lainnya pada abad ke-16.

Emas yang digunakan berasal dari kekayaan alam Aceh yang sejak lama dikenal memiliki sumber daya mineral berharga, serta didukung oleh hubungan dagang yang intensif dengan berbagai wilayah. Kehadiran koin emas dari Dinasti Utsmaniyah yang ditemukan bersama koin Aceh juga menunjukkan eratnya hubungan Aceh dengan dunia Islam pada masa itu.

"Saat ini, koin emas Kesultanan Aceh Darussalam tidak hanya bernilai sebagai alat tukar masa lalu, tetapi juga sebagai warisan budaya yang merekam kejayaan peradaban, perdagangan, dan teknologi pengolahan logam di Aceh", tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....