Kankemenag Kabupaten Cirebon Menggelar Pelatihan Madrasah AI Future Skills

  • 27 Jun 2026 21:45 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Cirebon memperkuat literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui kegiatan Madrasah AI Future Skills: Pelatihan Afiliator TikTok Berbasis AI dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan. Pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) PCNU Kabupaten Cirebon di Gedung BLKK PCNU Kabupaten Cirebon, Sabtu, 27 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Humas Kankemenag Kabupaten Cirebon, Fiqih Hidayat dan Eky Winahyu Pramesti, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk "AI for Students: Strategi Belajar Modern di Era Kecerdasan Buatan". Materi difokuskan pada pemanfaatan AI sebagai pendamping proses belajar yang efektif, produktif, dan bertanggung jawab.

Fiqih Hidayat menegaskan bahwa AI tidak boleh dipandang sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia, melainkan sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar. "Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah AI merupakan pendamping dalam proses belajar, bukan pengganti proses berpikir,” katanya.

“Jadi kita harus pandai-pandai menggunakannya agar bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pemahaman. Salah satunya dengan mempersonalisasi cara belajar agar sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.

Ia menjelaskan, peserta juga dibekali praktik pemanfaatan AI untuk menghasilkan berbagai produk pembelajaran, mulai dari podcast, video ilustrasi, presentasi, mind map, infografis, kuis interaktif, tabel data, hingga karya tulis seperti makalah. "Setelah mengikuti materi dan praktik, peserta diharapkan mampu membuat berbagai bahan belajar maupun bahan ajar seperti audio podcast, video ilustrasi, slide deck, mind map, infografis, kuis interaktif, infografis, quiz, table data, karya tulis seperti makalah,” katanya.

Selain keterampilan teknis, pelatihan turut membahas kolaborasi antara peserta didik, pendidik, dan teknologi AI dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai etika penggunaan AI, pentingnya verifikasi informasi, perlindungan data pribadi, serta tantangan pemanfaatan kecerdasan buatan di dunia pendidikan.

Sementara itu, Eky Winahyu Pramesti mengingatkan agar penggunaan AI tetap memperhatikan etika, khususnya dalam menjaga data pribadi dan penyusunan karya ilmiah. "Paling penting sudah pada paham bahwa kita tidak boleh membagikan data pribadi melalui AI,” katanya.

“Jika berhubungan dengan karya ilmiah, AI tidak boleh sepenuhnya digunakan dari nol sampai jadi, cukup untuk membantu saja. Kemudian, output dari AI juga perlu kita verifikasi dan koreksi kembali," ujarnya.

Ia berharap peserta mampu mengikuti perkembangan teknologi secara kritis dan memanfaatkan AI untuk pengembangan diri maupun memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. "Harapannya, peserta semakin semangat untuk terus belajar, karena ilmu dan teknologi itu sangat dinamis dan berkembang pesat,” ucapnya.

“Selain itu, peserta bukan hanya ikut-ikutan menggunakan AI, tetapi memahami fungsi dan peruntukan tiap teknologi AI sehingga mampu mengambil manfaat positif untuk pengembangan diri maupun kontribusi sosial," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....