BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Saat Monsun Timur Aktif

  • 28 Jun 2026 19:06 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Cuaca di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo pada Minggu, 28 Juni 2026 diprakirakan cerah berawan sepanjang hari.
  • Kecepatan angin berkisar 20–30 km/jam dengan suhu udara 20–32 derajat Celsius, sementara gelombang laut selatan Flores berada pada kategori sedang.
  • BMKG menyatakan angin monsun timur mulai aktif di wilayah Nusa Tenggara Timur.

RRI.CO.ID, Sikka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan itu disampaikan menyusul mulai aktifnya angin monsun timur di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prakirawan BMKG, Liza Fabrizky, menyampaikan informasi tersebut dalam siaran wawancara bersama RRI Ende, Sabtu, 27 Juni 2026. Menurutnya, karakter angin monsun timur yang cenderung kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah NTT.

BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo pada Minggu, 28 Juni 2026 didominasi cuaca cerah berawan sejak pagi hingga siang hari. Memasuki malam hingga dini hari, kondisi cuaca diperkirakan tetap cerah berawan.

Selain prakiraan cuaca, BMKG juga menginformasikan angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar 20 hingga 30 kilometer per jam. Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 20 hingga 32 derajat Celsius.

Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang di perairan utara Flores diperkirakan mencapai 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah. Sementara itu, tinggi gelombang di perairan selatan Flores diprakirakan berkisar 1,25 hingga 2,5 meter dengan kategori sedang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi cuaca yang akurat diharapkan dapat menjadi acuan masyarakat dalam beraktivitas maupun mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi dan kebakaran hutan serta lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....