KAI Kerahkan Drone Pantau Titik Rawan Pelemparan Kereta Api

  • 26 Jun 2026 16:43 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - PT KAI Daop 9 Jember memperketat pengamanan jalur kereta api, dengan memanfaatkan drone untuk memantau titik-titik rawan pelemparan batu terhadap kereta yang melintas.

Langkah itu dilakukan menyusul masih terjadinya aksi vandalisme. Insiden terbaru terjadi pada 21 Juni 2026 di petak jalur antara Stasiun Leces dan Stasiun Probolinggo.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan aksi pelemparan batu menimpa KA Logawa dan KA Ijen Ekspres.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kejadian tersebut menyebabkan kaca rangkaian kereta mengalami keretakan.

“Kami mengutuk keras aksi pelemparan batu terhadap kereta api. Tindakan ini sangat membahayakan, karena berpotensi melukai kru maupun penumpang,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Secara umum jumlah kasus pelemparan batu di wilayah Daop 9 Jember memang mengalami penurunan. Pada periode yang sama tahun 2025 tercatat enam kasus, sedangkan tahun ini menjadi lima kasus.

Meski demikian, kata Cahyo, KAI menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan tersebut karena berisiko mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya meningkatkan patroli di sepanjang jalur rel dan mulai menerapkan pemantauan udara menggunakan drone pada jam-jam yang dianggap rawan terjadi gangguan.

Selain itu, KAI juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai program edukasi, termasuk menggandeng tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.

“Hal itu untuk meningkatkan kesadaran menjaga keamanan jalur kereta api,” tambahnya.

Cahyo mengingatkan bahwa pelaku pelemparan kereta api dapat dijerat dengan ketentuan pidana karena perbuatannya membahayakan keselamatan umum.

Ia mengajak masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar jalur kereta api, untuk bersama-sama menjaga keamanan perjalanan kereta.

“Jika melihat aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas stasiun atau pihak kepolisian,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....