GAPASDAP: Kapasitas Dermaga Ketapang Sudah Mendesak untuk Ditambah

  • 25 Jun 2026 14:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) menilai kapasitas dermaga di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sudah mendesak untuk ditingkatkan. Penilaian tersebut menyusul antrean kendaraan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Ketua Umum GAPASDAP, Khoiri Soetomo, mengatakan kemacetan yang terjadi bukan disebabkan kekurangan armada kapal. Saat ini terdapat sekitar 56 kapal yang memiliki izin operasi dan siap melayani lintas Ketapang-Gilimanuk.

Namun, kapasitas dermaga yang tersedia hanya mampu mengakomodasi sekitar 28 kapal untuk beroperasi secara efektif setiap harinya. Akibatnya, sekitar 28 kapal lainnya harus menunggu giliran operasi sebagai kapal cadangan.

“Permasalahan utama yang dihadapi saat ini bukan karena kekurangan armada kapal, melainkan keterbatasan jumlah dermaga dan kapasitas pelabuhan yang belum mampu mengoptimalkan operasional seluruh kapal yang memiliki izin operasi,” ujar Khoiri dalam keterangan tertulis, Kamis 25 Juni 2026.

Menurut GAPASDAP, antrean kendaraan dipicu oleh sejumlah faktor. Selain peningkatan kendaraan logistik, bus, dan kendaraan pribadi selama masa libur sekolah, keterbatasan kapasitas dermaga juga membuat pelayanan penyeberangan belum mampu mengimbangi pertumbuhan volume kendaraan.

Kondisi cuaca dan arus laut yang cukup kuat selama Juni hingga Juli turut memengaruhi kecepatan proses sandar serta bongkar muat kapal. Selain itu, keterbatasan area penyangga kendaraan dan akses jalan menuju pelabuhan juga memperparah kepadatan lalu lintas.

GAPASDAP menilai pengembangan infrastruktur pelabuhan menjadi kebutuhan mendesak mengingat lintas Ketapang-Gilimanuk merupakan salah satu urat nadi logistik nasional yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali, Nusa Tenggara, hingga kawasan Indonesia Timur.

Karena itu, GAPASDAP kembali mendorong pembangunan dermaga baru di Ketapang dan Gilimanuk, perluasan kapasitas pelabuhan, pengembangan area buffer zone kendaraan, peningkatan akses jalan menuju pelabuhan, serta percepatan penyediaan lahan untuk pengembangan pelabuhan di masa mendatang.

“Setiap penambahan satu dermaga baru tidak hanya akan mengurangi antrean kendaraan, tetapi juga meningkatkan efisiensi logistik nasional, menurunkan biaya distribusi barang, mendukung sektor pariwisata, serta memperkuat konektivitas antarwilayah,” kata Khoiri.

GAPASDAP menegaskan kemacetan yang terjadi saat ini menjadi sinyal bahwa kapasitas infrastruktur penyeberangan nasional perlu segera ditingkatkan agar mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan aktivitas logistik yang terus meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....