Jurnalis Kaltim Didorong Angkat Isu Transisi Energi Berkeadilan

  • 24 Jun 2026 12:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Jurnalis di Kalimantan Timur didorong untuk memperkuat pemberitaan mengenai transisi energi berkeadilan dan green jobs atau pekerjaan hijau sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman publik terhadap dampak perubahan iklim.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Pelatihan Peliputan Transisi Energi Berkeadilan dan Green Jobs bagi Jurnalis di Kalimantan Timur yang diselenggarakan Yayasan Mitra Hijau (YMH) di salah satu hotel di Samrinda , Rabu 24 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti puluhan jurnalis dari media cetak, online, televisi, dan radio di Kalimantan Timur.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau, Dicky Edwin Hindarto, mengatakan media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim yang kini semakin nyata dirasakan di berbagai daerah.

Menurutnya, perubahan iklim tidak lagi hanya ditandai mencairnya es di kutub, tetapi telah hadir dalam bentuk banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga meningkatnya risiko penyakit yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Peran wartawan menjadi sangat penting dalam isu perubahan iklim. Bagaimana data dan fakta yang kompleks bisa diterjemahkan menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat,” kata Dicky.

Ia menjelaskan, peningkatan suhu bumi secara global telah memicu berbagai perubahan pola cuaca. Fenomena kemarau basah, hujan dengan intensitas tinggi di luar musim, serta meningkatnya kejadian banjir merupakan sebagian dampak yang kini semakin sering terjadi.

Dicky menilai, Kalimantan Timur memiliki tantangan tersendiri karena selama ini menjadi salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Ribuan pekerja dan pelaku usaha lokal menggantungkan penghidupan pada sektor tersebut sehingga proses transisi energi harus dilakukan secara adil dan inklusif.

“Transisi energi bukan hanya soal mengganti sumber energi. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor energi fosil tetap mendapatkan peluang ekonomi yang layak,” ujarnya.

Karena itu, konsep green jobs menjadi bagian penting dalam proses transisi energi. Peluang kerja baru yang ramah lingkungan dinilai dapat menjadi alternatif bagi masyarakat seiring pergeseran menuju ekonomi rendah karbon.

Namun demikian, Dicky menilai isu transisi energi dan green jobs masih relatif jarang muncul dalam pemberitaan media. Selama ini, liputan lebih banyak berfokus pada aspek teknologi, investasi, maupun kebijakan, sementara dampaknya terhadap pekerja, perempuan, generasi muda, dan masyarakat sekitar tambang belum banyak diangkat.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai perubahan iklim, transisi energi berkeadilan, serta teknik mengemas isu energi menjadi karya jurnalistik yang menarik dan mudah dipahami publik. Peserta juga diajak mengembangkan sudut pandang liputan yang lebih dekat dengan persoalan masyarakat.

Dicky berharap semakin banyak karya jurnalistik yang tidak hanya membahas persoalan energi dari sisi teknis, tetapi juga menyoroti dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, ketenagakerjaan, ekonomi lokal, dan lingkungan.

“Jurnalisme memiliki kekuatan untuk menjembatani informasi kepada masyarakat. Semakin baik pemahaman publik, semakin besar peluang terwujudnya transisi energi yang berkeadilan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....