BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Meningkat Selama Musim Kemarau
- 24 Jun 2026 15:22 WIB
- Ende
Poin Utama
- BMKG ingatkan risiko karhutla meningkat saat kemarau.
- Pembakaran lahan dinilai sangat berisiko.
- Warga diminta jaga kesehatan dan pantau informasi cuaca
RRI.CO.ID, Ende - BMKG mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk mewaspadai peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Potensi tersebut meningkat ketika kondisi cuaca kering terjadi bersamaan dengan angin kencang.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengatakan Monsun Timur yang aktif saat ini menyebabkan kondisi cuaca cenderung lebih kering. Situasi tersebut dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
Menurutnya, risiko kebakaran akan semakin tinggi jika masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan saat angin bertiup kencang.
“Dengan kondisi yang kering dan angin yang cukup kencang, potensi kebakaran hutan dan lahan menjadi lebih tinggi sehingga masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.
Selain meningkatkan risiko kebakaran, Monsun Timur juga memengaruhi kondisi suhu udara di wilayah NTT. Masyarakat dapat merasakan suhu yang lebih dingin terutama pada malam hingga dini hari.
BMKG menilai perbedaan suhu antara siang dan malam perlu menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan menjaga daya tahan tubuh.
Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca melalui aplikasi maupun kanal resmi BMKG. Langkah itu penting untuk mengantisipasi berbagai risiko yang dapat muncul selama musim kemarau berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....